Suara.com - Video Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang ratusan juta saat menggeledah rumah pengusaha yang dijuluki 'Sultan Minyak', Riza Chalid beredar di media sosial (Medsos).
Penggeledahan dilakukan setelah rumah yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu dijadikan kantor oleh anaknya, Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR).
Adapun, Kerry merupakan salah satu tersangka atas dugaan kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Kasus korupsi ini telah merugikan negara sampai Rp 193,7 triliun pada 2023, dan ditaksir kerugiannya mencapai 1.000 triliun sejak 2018 lalu.
Dalam video yang beredar, Kejagung berhasil menyita uang senilai Rp883 Juta dan dan 1.500 dolar AS serta 89 bundel dokumen.
Selain itu, penyidik juga memeriksa sebuah kantor di lantai 20 Gedung Plaza Asia, Jakarta Pusat dan menyita empat kardus berisi dokumen.
Adapun, barang-barang yang disita tersebut saat ini tengah didalami oleh penyidik atas kasus yang terjadi sejak 2018 sampai 2023 kemarin.
Dalam postingan yang menjadi sorotan, akun pegiat media social @JhonSitorus_18 mempertanyakan apakah uang tunai yang didapat benar hanya senilai Rp 800 jutaan saja.
"Cuma Rp 800 jutaan doang nih? Kejagung MENYITA uang Rp 883 juta dan 1.500 Dollar dari rumah Riza Chalid. Rumah ini jadi kantor anaknya, Kerry Adrianto Riza (salah satu tersangka korupsi Pertamina 193,7 triliun utk tahun 2023 atau hampir 1.000 Triliun sejak tahun 2018. Selain uang tunai, Kejagung menyita 89 bundel dokumen dan 2 unit computer," tulis akun tersebut, dikutip pada Selasa (04/03/2025).
Baca Juga: Kejagung Geledah Dua Rumah Riza Chalid, Ratusan Bundel Berkas Disita
Netizen pun turut mengomentari uang tunai yang disita dan mempertanyakan kebenarannya. Sebagian netizen mencurigai jika uang lainnya disimpan di luar negeri.
"Sekelas Riza Chalid dan anaknya kagak mungkin dia taro duit di Indonesia, setidaknya di Singapura, Swiss, cayman island, Panama, monaco .. yg ditemukan di brangkas itu cmn... yg kita bilang duit tapi tidak buat mereka ( nilai 800jt buat kita 8rb rupiah dia )," tulis netizen.
"Cuman 800 juta ini mah buat jajan anak anaknya kalau yang besar pasti ada di tempat yang tersembunyi," jelas netizen.
"Masa kalah sama anak petinggi aparat yg pamer uang jajannya aja 1.2 M," tambah netizen.
Cuitan Jhon Sitorus soal Kejagung yang menyita uang di rumah Riza Chalid bisa dilihat di sini.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab