Suara.com - Para pakar keamanan siber mengeluarkan peringatan keras kepada miliaran pengguna iPhone agar segera menonaktifkan tiga pengaturan bawaan yang dapat membahayakan data pribadi mereka.
Pengaturan ini, yang secara default selalu aktif, dapat membuka celah bagi peretas untuk mencuri informasi sensitif seperti nomor identitas, data kartu kredit, kata sandi, foto pribadi, hingga alamat rumah pengguna.
1. Wi-Fi dan Bluetooth
Dilansir dari UNILAD, Salah satu pengaturan yang perlu diperhatikan adalah Wi-Fi. Meskipun membiarkan ponsel mencari jaringan Wi-Fi secara otomatis terdengar praktis, hal ini juga berisiko tinggi.
Ponsel dapat secara otomatis terhubung ke hotspot berbahaya yang dikendalikan oleh peretas, yang kemudian dapat mencuri data bahkan setelah pengguna memutuskan koneksi.
Badan Keamanan Nasional AS (NSA) menyebut metode serangan ini sebagai ‘evil twin’, di mana peretas menyamarkan jaringan Wi-Fi mereka agar terlihat seperti jaringan resmi, seperti milik hotel atau restoran terdekat.
Pakar keamanan dari Kaspersky juga menyebut serangan semacam ini sebagai ancaman terbesar terhadap keamanan Wi-Fi gratis.
Untuk melindungi perangkat, pengguna disarankan menonaktifkan fitur ‘Auto-Join Hotspot’ pada pengaturan Wi-Fi. Selain itu, NSA juga menyarankan untuk menghindari jaringan Wi-Fi publik yang tidak memerlukan kata sandi karena rentan terhadap pencurian data.
Hal serupa juga berlaku untuk Bluetooth. Meninggalkan Bluetooth dalam kondisi aktif dapat mempercepat habisnya daya baterai dan membuka celah serangan ‘BlueBorne’, yang memungkinkan peretas mengambil alih perangkat pengguna.
Baca Juga: Kolaborasi Dua Perusahaan Ini, Memperluas Portofolio Keamanan Siber
Oleh karena itu, mematikan Bluetooth saat tidak digunakan sangat disarankan.
2. Layanan Lokasi
Peringatan kedua berkaitan dengan layanan lokasi pada iPhone. Beberapa aplikasi meminta izin untuk mengakses lokasi pengguna, baik hanya saat digunakan atau sepanjang waktu.
Namun, para pakar teknologi memperingatkan bahwa memberi akses lokasi secara terus-menerus dapat menjadi celah bagi peretas untuk mendapatkan informasi berharga.
Sebagai contoh, pada Januari lalu, aplikasi Gravy Analytics mengalami peretasan yang menyebabkan kebocoran data pergerakan pengguna secara detail. Informasi ini dapat digunakan untuk tujuan yang tidak diinginkan, termasuk pelacakan dan pencurian identitas.
Pengguna dapat mengelola pengaturan ini dengan masuk ke ‘Pengaturan’ > ‘Privasi & Keamanan’ > ‘Layanan Lokasi’. Dari sini, pengguna dapat melihat aplikasi mana saja yang memiliki akses ke lokasi mereka dan mengubah izin akses hanya saat aplikasi digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Debut, Pakai Chip Terkencang Qualcomm dan Fotografi Premium
-
Belajar dari Kasus Ahmad Dhani, Ini 5 Cara Pulihkan Akun Instagram yang Diretas
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan Kamera Nightography dan Baterai 5000mAh
-
Daftar HP Samsung yang Terima Update One UI 8.5, Makin Banyak Selain Galaxy S26
-
Pencipta Mortal Kombat Bahas Game Baru, Ingin Hadirkan Karakter Street Fighter
-
realme C100 Jadi HP 8000mAh Termurah 2026, Bisa Dipakai Gaming dan Streaming Seharian
-
Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia, Laptop AI Premium Super Ringan dengan Intel Core Ultra