Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kekhawatiran terhadap keamanan dan privasi digital makin mencuat.
Salah satu pemicunya adalah kemunculan situs PimEyes, sebuah platform pencarian wajah berbasis AI yang kini ramai diperbincangkan warganet.
Menyadur dari UNILAD, Situs ini memungkinkan siapa pun melacak hampir seluruh foto seseorang yang pernah diunggah ke internet—hanya dengan mengunggah satu foto wajah.
Bagi sebagian orang, teknologi ini terdengar seperti alat canggih dari film fiksi ilmiah. Namun bagi yang lain, keberadaan PimEyes justru dianggap sebagai ancaman nyata terhadap privasi personal.
Dengan hanya mengunggah satu foto, situs ini akan secara otomatis menelusuri jutaan gambar di internet dan mencocokkannya dengan wajah yang ada di dalam foto tersebut.
Dalam hitungan menit, pengguna akan melihat berbagai gambar dirinya yang muncul di situs web, media sosial, hingga blog dan portal berita—bahkan dari tahun-tahun yang sudah lama lewat.
Seorang pengguna di media sosial mengaku kaget ketika mendapati bahwa PimEyes berhasil menemukan foto masa kecilnya yang diunggah lebih dari satu dekade lalu.
“Saya mengunggah foto terbaru, dan situs ini bisa mengaitkannya dengan gambar saya ketika masih umur 10 tahun. Padahal saya bahkan lupa pernah mengunggahnya,” tulisnya.
Fitur dasar situs ini tersedia secara gratis dan terbuka untuk siapa saja. Namun jika ingin hasil pencarian yang lebih detail—termasuk link ke semua situs tempat gambar itu muncul—pengguna bisa berlangganan layanan berbayar.
Baca Juga: Samsung Pamer Deretan Fitur Pintar Galaxy AI di HP Seri A, Setangguh Apa?
Versi premium ini juga menyediakan fitur permintaan penghapusan gambar dari situs pihak ketiga.
Dalam satu sisi, PimEyes memang bisa digunakan untuk hal-hal positif, misalnya untuk mengidentifikasi penyalahgunaan wajah seseorang tanpa izin. Seorang pengguna memuji situs ini karena membantunya menemukan pihak-pihak yang memakai fotonya untuk akun palsu.
“Ini disturbing, tapi sangat berguna. Saya bisa mengajukan takedown ke situs yang memakai wajah saya tanpa izin,” ujarnya.
Namun, tak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran mendalam. Sebagian menyebutnya sebagai “mimpi buruk dalam hal keamanan digital” atau “alat impian bagi para stalker.”
Bayangkan jika seseorang yang berniat jahat—baik penguntit, penipu, maupun pelaku kejahatan siber—memanfaatkan situs ini untuk melacak jejak digital seseorang tanpa sepengetahuannya. Hal ini membuka peluang pelanggaran privasi yang sangat serius.
Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam dunia digital yang makin terbuka. Setiap unggahan, setiap foto, bahkan komentar yang kita buat di media sosial, bisa meninggalkan jejak yang tak mudah dihapus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam