Suara.com - Seiring perkembangan teknologi, sistem tilang di Indonesia kini semakin canggih dengan hadirnya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik. Sistem ini memungkinkan polisi menindak pelanggaran lalu lintas tanpa harus menghentikan kendaraan secara langsung di jalan.
Kamera ETLE yang tersebar di berbagai titik strategis akan merekam setiap pelanggaran, mulai dari tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. Tapi bagaimana caranya kita tahu kalau kita tertangkap kamera dan kena tilang? Yuk, simak langkah-langkahnya!
Mengenal Sistem Tilang Elektronik
ETLE adalah sistem tilang modern yang memanfaatkan teknologi untuk merekam dan mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara otomatis di jalan raya. Melalui penggunaan kamera pengawas canggih yang terpasang di berbagai titik strategis, sistem ini mampu mencatat berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan, baik itu pengendara motor maupun mobil.
Kini, masyarakat bisa mengecek apakah kendaraan mereka kena tilang ETLE atau tidak secara daring, tanpa harus datang ke kantor kepolisian. Cara ini tentu mempermudah para pemilik kendaraan dalam mengetahui status pelanggaran dan menghindari sanksi yang lebih berat.
Mengutip dari situs resmi Korlantas Polri, tilang elektronik merupakan pemanfaatan perangkat kamera pemantau berteknologi tinggi untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara otomatis. Kamera ini dipasang di titik-titik tertentu yang dianggap rawan pelanggaran lalu lintas, seperti di perempatan jalan, simpang lampu merah, dan ruas jalan utama.
Sistem ETLE ini berlaku tidak hanya untuk kendaraan roda empat saja, melainkan juga diterapkan pada kendaraan roda dua seperti sepeda motor. Jadi, semua pengendara memiliki kemungkinan untuk terekam melakukan pelanggaran dan terkena tilang ETLE jika tidak mematuhi aturan.
Setiap kali ada pelanggaran yang terekam kamera, pihak kepolisian akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan secara elektronik kepada pemilik kendaraan. Pemberitahuan ini biasanya dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) atau surat elektronik (email), berisi informasi lengkap mengenai jenis pelanggaran, waktu, dan lokasi kejadian.
Pemilik kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas akan dikenakan denda sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Apabila pelanggar tidak segera membayar denda yang dikenakan, maka STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) akan dikenai sanksi berupa pemblokiran. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Baca Juga: Polisi: Tilang Akan Incar Pemudik Bermotor, Tapi Tidak Akan Sita Kendaran
Berdasarkan UU tersebut dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012, berikut ini adalah beberapa jenis pelanggaran yang bisa membuat seseorang kena tilang ETLE:
- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan.
- Tidak mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil.
- Menggunakan ponsel atau smartphone saat mengemudi.
- Melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.
- Menggunakan plat nomor palsu atau tidak menggunakan plat nomor sama sekali.
- Berkendara melawan arus lalu lintas.
- Menerobos lampu lalu lintas saat berwarna merah.
- Tidak memakai helm bagi pengendara sepeda motor.
- Membonceng lebih dari dua orang pada sepeda motor.
- Tidak menyalakan lampu kendaraan, baik pada malam hari maupun saat siang hari untuk sepeda motor.
Cara Cek Apakah Kendaraan Kita Terkena Tilang ETLE
Bagi Anda yang ingin mengetahui cara mengecek apakah kendaraan terkena tilang elektronik atau tidak, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti sesuai informasi resmi dari Korlantas Polri:
1. Buka situs: https://etle-pmj.info untuk wilayah Polda Metro Jaya, atau https://etle.korlantas.polri.go.id untuk wilayah nasional.
2. Masukkan data kendaraan berupa nomor polisi (plat nomor), nomor mesin, dan nomor rangka seperti yang tercantum pada STNK.
3. Setelah semua kolom terisi, klik tombol 'Cek Data'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi
-
Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna
-
4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum
-
Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia
-
'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta
-
Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026
-
MAKI Tagih Nyali KPK: Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Kasus Korupsi CSR BI-OJK!
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi