Suara.com - Gravity Game Link, anak perusahaan dari GRAVITY Co., Ltd., mengumumkan dimulainya fase Closed Beta Test (CBT) untuk game MMORPG side-scrolling 3D terbaru mereka, Dragonica Origin.
Game ini dirancang untuk dimainkan secara gratis di platform PC.
Pengumuman ini datang setelah suksesnya masa pra-registrasi yang diadakan pada bulan Mei lalu.
Para pemain di berbagai negara di Asia Tenggara diberikan kesempatan untuk mendaftar dan siap mencoba fitur-fitur baru Dragonica Origin lebih awal sebelum peluncuran resmi.
Dragonica Origin adalah hasil karya tim pengembang dari Gravity yang menghidupkan kembali kenangan permainan arcade klasik dari seri Dragonica, namun kini dengan sentuhan visual yang lebih modern dan berkualitas tinggi.
Game ini tidak hanya menyajikan alur cerita yang mendalam, tetapi juga sejumlah fitur inovatif yang bisa dijajal selama masa Closed Beta Test berlangsung.
Pemain diajak berpetualang menjelajahi dua benua magis bernama El Grego dan Angrakka, yang dipenuhi dengan naga, berbagai jenis monster unik, dan elemen sihir yang membuat dunia permainan semakin hidup dan menantang.
Dalam Dragonica Origin, para pemain dapat memilih salah satu dari empat kelas karakter utama, yakni Warrior, Archer, Magician, dan Thief.
Setiap kelas memiliki gaya bertarung yang berbeda dan keahlian khusus yang unik, memungkinkan pemain untuk menyesuaikan gaya bermain mereka sesuai preferensi.
Baca Juga: Review Sword of Justice: Game MMORPG yang Lebih 'Merakyat'
Selain itu, para pemain juga akan menghadapi beragam tantangan yang menguji kemampuan bertarung mereka, mulai dari pertarungan melawan boss raksasa hingga kombinasi skill yang memukau.
Seluruh aksi tersebut dikemas dengan animasi bergaya chibi yang lucu dan menghibur, memberikan pengalaman visual yang menyenangkan sekaligus seru.
Harry Choi, Presiden Gravity Game Link, mengungkapkan rasa antusiasme dan kebanggaannya atas peluncuran Dragonica Origin di wilayah Asia Tenggara.
Menurutnya, game ini mampu menghadirkan sensasi nostalgia sekaligus pengalaman baru bagi para pemain.
"Kami sangat bersemangat untuk mempersembahkan Dragonica Origin, sebuah game yang menggabungkan kenangan lama dan inovasi terbaru, kepada para gamer di seluruh Asia Tenggara," kata dia, dalam keterangan resminya, Kamis (5/6/2025).
Harry Choi mengungkapkan, tahap Closed Beta Test ini akan digelar di beberapa negara, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Laos, Brunei, Myanmar, dan Kamboja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Tega! Penjaga Sekolah di Bintan Peras 10 Siswa SD, Uangnya Dipakai Buat Judi Online
-
Mitchell Baker Cetak Hattrick di Laga Debut, John Herdman Singgung Jasa Prabowo
-
Waktu untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.613.000/Gram
-
Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian
-
Serangan AS Ditunda, Harga Minyak Mentah Anjlok
-
UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan