Suara.com - Puncak fenomena alam yang memukau, hujan meteor Perseid, kembali menyapa langit malam. Pada tanggal 13 Agustus 2025, penduduk di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, memiliki kesempatan langka untuk menyaksikan pertunjukan cahaya alami ini.
Fenomena tahunan yang dimulai sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus ini adalah salah satu tontonan langit yang paling dinanti-nantikan oleh para penggemar astronomi.
Mengenal Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor Perseid terjadi ketika Bumi melintasi jalur puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Swift-Tuttle (juga dikenal sebagai komet 109P).
Komet ini, yang mengorbit matahari, secara rutin meninggalkan partikel-partikel kecil di sepanjang jalurnya. Setiap tahun, saat orbit Bumi membawanya melalui area ini, partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer kita dengan kecepatan tinggi.
Gesekan yang terjadi dengan udara menyebabkan partikel-partikel ini terbakar, menciptakan jejak cahaya yang mempesona, yang kita kenal sebagai "bintang jatuh" atau meteor.
Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, seperti yang dijelaskan oleh Gerhana Puannandra Putri, menegaskan bahwa fenomena ini selalu berulang pada periode yang sama setiap tahun.
Nama "Perseid" sendiri berasal dari fakta bahwa meteor-meteor ini terlihat seolah-olah berasal dari rasi bintang Perseus dan Cassiopeia. Meteor yang ukurannya lebih kecil akan menguap dan meninggalkan jejak terang di langit, sementara meteor yang lebih besar dapat meledak menjadi bola api yang lebih spektakuler.
Apa yang membuat hujan meteor Perseid begitu istimewa adalah intensitasnya. Pada puncaknya, jumlah meteor yang melintas bisa mencapai 150 per jam. Jejak terang yang ditinggalkan oleh meteor-meteor ini, yang sering disebut sebagai "buntut meteor," memberikan pemandangan yang tak terlupakan bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Baca Juga: Meninggal Dunia, Ini Riwayat Pendidikan dan Karier Barbie Hsu: Artis Ikonik Meteor Garden
Tips Jitu untuk Menyaksikan Hujan Meteor Perseid
Mengamati hujan meteor membutuhkan sedikit persiapan agar Anda bisa mendapatkan pengalaman terbaik. Tahun 2025 ini, tantangannya adalah cahaya bulan purnama yang bisa menghalangi pandangan. Namun, dengan strategi yang tepat, Anda masih bisa menikmati keindahan fenomena ini.
1. Temukan Lokasi Gelap yang Bebas Polusi Cahaya
Cahaya kota, seperti lampu jalan dan gedung, adalah musuh utama dalam pengamatan astronomi. Cahaya buatan ini menciptakan polusi cahaya yang bisa menutupi meteor yang cahayanya redup.
Pilihlah lokasi yang jauh dari kota, seperti daerah pedesaan, taman kota yang luas, atau bahkan puncak bukit. Jika Anda tidak bisa pergi jauh, coba cari tempat di mana Anda bisa membelakangi sumber cahaya utama. Ini akan membantu mata Anda lebih mudah beradaptasi dengan kegelapan.
2. Pantau Kondisi Cuaca
Berita Terkait
-
4 Fenomena Langit Agustus 2025, Black Moon Langka hingga Hujan Meteor
-
F4 Reuni Setelah 12 Tahun, Penampilan Jerry Yan Paling Disorot
-
F4 Dirumorkan Akan Reuni pada 2026
-
Potret Anak Perempuan Barbie Hsu, Kecantikannya Bikin Salfok
-
3 Bulan Usai Kematian Barbie Hsu, Mantan Suami Bakal Nikahi Pacar di Hotel Mewah
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Januari 2026: Klaim Player 112-115 dan 15.000 Gems
-
Lebih dari 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI saat Sedih, Fenomena Baru di Era Digital
-
Bos Instagram Soroti Ledakan Konten AI dan Tantangan Membedakan Media Asli
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 2 Januari 2026: Ada SG2, Bundle HRK, dan Happy 2026
-
Penundaan GTA 6 bak Pedang Bermata Dua: Berefek ke Gamer dan Developer
-
5 Pilihan HP Murah dan Awet Dipakai Lama, Harganya Mulai Rp1 Jutaan
-
Detail Penting Galaxy S26 Terungkap, Ponsel Lipat Samsung Ikut Kebagian Upgrade Besar
-
7 Rekomendasi Smartwatch Murah dengan Fitur Lengkap untuk Pria dan Wanita
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026, Klaim 2.026 Gems dan Pemain Eksklusif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 1 Januari 2026, Klaim M1014 Demolitionist dan The Hungry Pumpkin