Suara.com - Beberapa waktu lalu muncul rumor kalau Kodak bangkrut karena krisis keuangan yang bersumber dari laporan pendapatan perusahaan Q2 2025. Namun perusahaan kamera asal Amerika Serikat itu langsung membantahnya.
Kodak mengatakan kalau mereka masih bertahan meski ada memiliki utang jumbo. Bahkan mereka mengklaim kalau kabar Kodak bangkrut tidak akurat dan salah paham.
"Laporan terbaru tentang kehancuran yang akan terjadi adalah tidak akurat dan mencerminkan kesalahpahaman mendasar atas pengungkapan teknis terbaru," kata Kodak, dikutip dari Mashable, Senin (16/8/2025).
Dalam laporan pendapatan perusahaan Q2 2025 lalu, Kodak mengakui kalau mereka memiliki utang 500 juta Dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun yang akan jatuh tempo 12 bulan mendatang.
Di situ mereka juga menyebut tak sanggup melunasi utang tersebut sesuai waktu tenggat. Bahkan Kodak sendiri ragu bisa melanjutkan usahanya.
"Kodak memiliki utang yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan dan tidak memiliki komitmen pembiayaan atau likuiditas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban utang tersebut jika jatuh tempo sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kodak yang melaporkan utang sekitar 500 juta Dolar AS.
"Kondisi ini menimbulkan keraguan substansial tentang kemampuan Kodak untuk melanjutkan usahanya," lanjutnya lagi.
Pernyataan ini membuat beberapa media menafsirkan Kodak bangkrut setelah berusia 130 tahun. Perusahaan kamera dan film legendaris ini pun mengeluarkan klarifikasi terbaru yang membantah kabar tersebut.
"(Kodak) Tidak berencana untuk menghentikan operasi, gulung tikar, atau mengajukan perlindungan kebangkrutan," katanya.
Baca Juga: Daftar 5 HP Android Punya Kamera Setara iPhone, Harga Jauh Lebih Murah
Lebih lanjut Kodak mengaku kalau rencana keuangan perusahaan untuk tahun depan memungkinkan mereka bisa melunasi utang tepat waktu, termasuk kewajiban terhadap dana pensiun pegawai.
Sekadar informasi, Kodak didirikan tahun 1888 di Rochester, New York, Amerika Serikat. Di tahun 1970-an, mereka berhasil menciptakan kamera digital pertama yang menjadi terobosan di zamannya.
Namun seiring waktu, Kodak gagal memanfaatkan inovasi tersebut dan fokus pada bisnis film. Bahkan mereka juga membiarkan para pesaing memasuki pasar kamera digital.
Pesaing Kodak seperti Nikon dan Fujifilm memanfaatkan situasi ini dan tenar berkat produk kamera digital, baik untuk fotografer amatir maupun profesional.
Sementara itu Kodak sudah mendiversifikasi bisnis untuk memproduksi bahan kimia dan farmasi.
"Kami yakin bisnis kami stabil dan mandiri," ujar Kodak terkait bisnis perusahaannya.
Berita Terkait
-
Daftar 5 HP Android Punya Kamera Setara iPhone, Harga Jauh Lebih Murah
-
Infinix Note 50S 5G+ Bawa Kamera 4K, Harga Cuma Rp 3 Jutaan
-
CEK FAKTA: Benarkah ASEAN Prediksi Indonesia Bangkrut pada 2030?
-
Kesal Sering Kena Tilang, Warga Ramai-ramai Rusak Kamera CCTV Pakai Bambu
-
5 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan dengan Kamera Terbaik, Pilihan Menarik Agustus 2025
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL