Suara.com - Roblox, platform game online yang sedang digandrungi jutaan anak dan remaja di seluruh dunia, mengumumkan serangkaian pembaruan kebijakan besar yang dirancang untuk memperketat keamanan dan melindungi para pengguna berusia muda.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran dan sejumlah gugatan hukum yang menyoroti kegagalan platform dalam menyediakan lingkungan yang sepenuhnya aman dari konten berbahaya dan perilaku eksploitatif.
Sebagai platform yang sebagian besar kontennya dibuat oleh pengguna (user-generated content), Roblox menghadapi tantangan unik dalam hal moderasi.
Menyadari tanggung jawabnya, perusahaan kini menerapkan aturan yang lebih ketat, mengubah cara pengguna, terutama yang di bawah umur, berinteraksi dengan berbagai "experiences" atau game buatan pengguna di dalam platformnya.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah pembatasan akses terhadap konten yang belum dinilai atau "unrated experiences". Sebelumnya, pengguna berusia 13 tahun ke atas diizinkan untuk mengakses jenis konten ini.
Namun, berdasarkan kebijakan baru yang akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, akses ke konten tanpa rating kini akan dibatasi secara eksklusif hanya untuk para pengembang game atau pihak-pihak yang bekerja sama langsung dengan mereka.
Perubahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa konten yang berpotensi belum termoderasi tidak dapat diakses bebas oleh pemain remaja.
Tidak berhenti di situ, Roblox juga menargetkan jenis konten spesifik yang berisiko lebih tinggi.
Pengalaman bermain yang bertema "social hangout" dan menggambarkan ruang-ruang pribadi seperti kamar tidur atau kamar mandi, kini hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah berusia minimal 17 tahun dan telah melalui proses verifikasi identitas.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Map Gunung di Roblox untuk Pemula, Dijamin Santai dan Tanpa Jumpscare!
Aturan serupa juga diberlakukan untuk game yang berlatar di ruang dewasa, contohnya seperti bar atau klub malam.
Langkah verifikasi usia ini menjadi garda depan untuk memfilter akses ke konten yang tidak sesuai bagi audiens yang lebih muda.
Untuk memperkuat sistem moderasinya, Roblox turut memperkenalkan alat baru berbasis otomatisasi.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi "violative scenes" atau adegan dan aktivitas pengguna yang melanggar pedoman komunitas secara proaktif.
Jika sebuah server atau ruang permainan terdeteksi memiliki tingkat pelanggaran yang tinggi, sistem akan secara otomatis menutup server tersebut.
Server yang ditutup baru dapat diaktifkan kembali setelah pengelolanya bekerja sama dengan tim moderasi Roblox untuk melakukan perbaikan dan memastikan kontennya kembali aman.
Pembaruan kebijakan ini diumumkan setelah perusahaan menghadapi berbagai kritik dan tuntutan hukum, termasuk yang diajukan oleh Jaksa Agung Louisiana di Amerika Serikat, yang menuduh Roblox gagal dalam melindungi basis penggunanya yang mayoritas adalah anak-anak.
Menanggapi tudingan tersebut, pihak Roblox memberikan pernyataan tegas seperti diwartakan Engadget.
“Setiap tuduhan bahwa Roblox dengan sengaja menempatkan pengguna dalam risiko eksploitasi sama sekali tidak benar. Tidak ada sistem yang sempurna dan pelaku buruk selalu beradaptasi untuk menghindari deteksi, termasuk dengan membawa pengguna ke platform lain yang standar keamanan dan praktik moderasinya berbeda,” kata perwakilan Roblox.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus berupaya memblokir segala bentuk perilaku eksploitatif dan secara konsisten memperkuat sistem moderasi yang ada.
Langkah-langkah baru ini menunjukkan keseriusan Roblox dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan positif, di mana kreativitas dapat berkembang tanpa dibayangi oleh ancaman terhadap keamanan dan kesejahteraan para pemain mudanya.
Ke depannya, efektivitas dari kebijakan baru ini akan terus dipantau untuk memastikan tujuan utamanya dalam melindungi generasi penerus gamer dapat tercapai.
Berita Terkait
-
8 Rekomendasi Map Gunung di Roblox untuk Pemula, Dijamin Santai dan Tanpa Jumpscare!
-
5 Item Avatar Gratis di Roblox, Cukup Masuk ke 1 Map Dapat Semua!
-
Kode Redeem Roblox Terbaru Agustus 2025: Dapatkan Item Avatar Gratis Sekarang!
-
7 Rekomendasi Gunung di Roblox yang Bisa Gendong Teman, Dijamin Asyik!
-
Windah Basudara Main Roblox Trending: Pemerintah Ban Dulu Bandar Judi, Jangan Roblox
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
32 Kode Redeem FC Mobile 17 Februari 2026: Serba Angka 8 dan Klaim Pemain 117
-
HP 5G yang Bagus Merek Apa? Cek Rekomendasinya Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
3 Rekomendasi HP Memori 512 GB Termurah di 2026: Lega buat Simpan Ribuan Data
-
Game Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Resmi Rilis ke Konsol dan PC
-
50 Kode Redeem FF dan Bocoran Event Ramadan 17 Februari 2026: Klaim Bundle Gratis dan Voucher Trogon
-
5 HP Murah dengan Slot MicroSD hingga 2TB dan Internal 256 GB, Penyimpanan Super Lega
-
7 HP Android Terkencang AnTuTu 2026 yang Dipasarkan di Indonesia, Performa Gahar!
-
10 Cara Buka Keberuntungan di Tahun Baru Imlek di WhatsApp: Fitur Canggih Bikin Hidup Hoki dan Aman
-
5 HP dengan Fitur Live Photo Rp1 Jutaan Terbaik
-
Pascamerger XLSMART Tembus 73 Juta Pelanggan: Trafik Data Meledak 38%, Siap Kuasai Era 5G Nasional