Suara.com - Privasi dan keamanan di smartphone telah menjadi kebutuhan mutlak, terutama di era AI yang semakin canggih dan personal.
Saat perangkat mampu mengenali kebiasaan hingga preferensi penggunanya, perlindungan terhadap data pribadi harus menjadi prioritas utama.
Samsung menjawab tantangan ini dengan Samsung Knox, sistem keamanan yang dirancang untuk mencegah kebocoran data sekaligus memastikan privasi pengguna selalu terlindungi.
Mengikuti perkembangan AI yang semakin canggih, Samsung terus mengembangkan Knox agar mampu memberikan perlindungan yang relevan.
Sampai saat ini, Samsung telah memiliki berbagai fitur terdepan dalam menjaga privasi dan keamanan seperti Knox Vault, Personal Data Engine, hingga Knox Enhanced Encrypted Protection.
Seluruh inovasi ini dirancang untuk memberikan kendali penuh atas data kepada pengguna.
“Di era AI, tantangan keamanan data dan privasi berkembang semakin cepat, sehingga kami terus menghadirkan pembaruan dan inovasi pada Samsung Knox sebagai sistem perlindungan berlapis yang melindungi perangkat dan ekosistem pengguna, dari chip hingga cloud," ujar Banu Afwan Pribadi, Product Integration Group Head, Samsung R&D Institute Indonesia.
Menurutnya, setiap pengguna dapat menjelajahi era AI dengan aman, leluasa, dan penuh kepercayaan.
"Perlindungan menjadi fondasi utama di masa depan berbasis AI,” imbuh dia seperti dalam keterangan resminya, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 4G Resmi Dijual, Harga Cuma Rp 1 Jutaan
Sejak hadir pada 2013, Knox terus dikembangkan untuk menjamin keamanan data penggunanya.
Berawal dari perlindungan perangkat pribadi, Knox kemudian berevolusi menjadi Knox Suite melalui solusi Enterprise Mobility Management (EMM) yang dirancang untuk kebutuhan bisnis dalam mengelola perangkat dan keamanan data secara terintegrasi.
Samsung juga menghadirkan fitur-fitur keamanan baru seperti Knox Vault, yang mengisolasi data sensitif seperti PIN, sidik jari, dan informasi biometrik, serta Knox Matrix, sistem yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan ekosistem perangkat terhubung yang aman.
Integrasi fitur-fitur ini dengan Galaxy AI membuat perlindungan ini semakin cerdas dan adaptif terhadap ancaman yang terus berkembang.
Knox memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari perangkat fisik hingga data yang tersimpan di dalamnya.
Pengguna bisa memanfaatkan Knox Vault untuk mengenkripsi dan mengisolasi informasi sensitif, seperti kata sandi, PIN, biometrik, serta informasi keuangan.
Ada juga Personal Data Engine (PDE) yang memproses kebiasaan pengguna langsung di perangkat (on-device) tanpa mengirimkan data ke pihak luar atau ke cloud, serta Knox Enhanced Encrypted Protection (KEEP) yang bekerja bersama Secure Folder untuk memberi lapisan keamanan tambahan pada dokumen penting yang hanya dapat diakses pemiliknya.
Selain itu, dengan Samsung Pass yang memanfaatkan sidik jari / biometrik yang tersimpan di dalam Knox Vault, semua berjalan cepat, cukup tempelkan sidik jari, tanpa ribet mengetik kata sandi.
Untuk memastikan file aman, simpan di Secure Folder, sehingga hanya kamu yang bisa mengaksesnya.
Di sore hari, sambil menunggu teman di kafe, kamu manfaatkan Wi-Fi gratis di kafe tersebut.
Secure Wi-Fi langsung aktif, mengenkripsi koneksi supaya data tetap terlindungi. Dan ketika berbincang di grup komunitas, ada anggota yang tidak kamu kenal mengirimkan file asing.
Saat kamu mendownloadnya, Auto Blocker memberi peringatan bahwa file tersebut adalah aplikasi tersebut tidak aman, menangkal instalasinya dan menyelamatkan ponsel dari ancaman.
Untuk kebutuhan bisnis, Knox Suite hadir sebagai solusi keamanan terintegrasi yang dirancang untuk mengelola dan melindungi banyak perangkat dalam satu sistem.
Digunakan di sektor-sektor kritikal seperti perbankan dan layanan keuangan, Knox Suite mampu melindungi data sensitif, memantau perangkat secara real-time 24/7, dan melakukan troubleshooting jarak jauh saat terdeteksi aktivitas mencurigakan.
Pada tataran perusahaan atau bisnis vertikal, Knox Suite memastikan perangkat perusahaan selalu siap kerja dengan perlindungan maksimal.
Knox Suite berperan sebagai pelindung berbagai lapisan dari hardware seperti chip di dalam perangkat, sampai software dan aplikasi.
Seluruh perangkat yang beroperasi dengan Knox Suite terenkripsi dan dapat dikendalikan secara terpusat oleh pihak perusahaan.
Ratusan hingga ribuan perangkat dapat dipantau, diupdate, dan dikontrol oleh IT perusahaan secara terpadu dengan mudah.
Seamless Integration dengan Knox Mobile Enrollment memudahkan distribusi aplikasi, pembaruan, dan pengaturan ke seluruh perangkat tanpa mengganggu produktivitas.
Lanjut lagi, Knox Suite juga dapat memisahkan data pribadi pengguna perangkat dan juga data yang dimiliki perusahaan.
Ini akan mencegah terjadinya kebocoran data antara pribadi dan perusahaan.
Dan melalui Security Center, “pos keamanan” data dan perangkat, data penting perusahaan terjaga dari berbagai ancaman dan dipantau real time sepanjang waktu.
Semua ini bekerja selaras untuk menciptakan ekosistem kerja yang aman, efisien, dan terpusat.
Untuk memastikan pengalaman AI berjalan aman dan lancar, Samsung terus menyempurnakan Knox agar mampu melindungi data di setiap situasi.
Integrasi keduanya membuat sistem keamanan dapat beradaptasi terhadap pola penggunaan dan potensi ancaman secara real-time tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Samsung menyediakan tiga opsi pemrosesan data, yaitu on device, on cloud, dan hybrid, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan guna menghasilkan kinerja AI yang optimal.
Pendekatan ini memberi kontrol penuh kepada pengguna atas cara datanya dikelola serta memastikan setiap metode memiliki perlindungan berlapis untuk mencegah akses yang tidak sah.
Berita Terkait
-
3 HP Samsung Mulai Rp 1 Jutaan Terbaik Agustus 2025, Spek Lengkap Harga Bersahabat
-
Konfigurasi Memori Samsung Galaxy A17 5G Beredar, Bakal Jadi HP 5G Murah
-
Apa itu Samsung Knox? Ini Fitur dan Penjelasannya
-
Tips Bikin Konten dengan Gemini AI di Galaxy Z Flip7, Manfaatkan Flexwindow
-
8 Rekomendsi HP Alternatif Vivo V60, Punya Spek Gahar!
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
iQOO 15R Resmi Rilis di Indonesia: Snapdragon 8 Gen 5 Pertama, Baterai 7.600 mAh dan Mulai Rp7 Juta
-
Telkomsel Siaga Ramadan dan Lebaran 2026, Trafik Data Diprediksi Tembus 70 PB
-
Sahabat-AI: Platform AI Lokal Resmi Rilis, Siap Saingi AI Global
-
Inovasi ShopeePay Ramadan 2026: Fitur Goyang Berbasis Gamifikasi Digital hingga Gratis 120 Tranfer
-
4 HP Realme RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026, Multitasking Lancar Mulai Rp2 Jutaan
-
TKDN Produk AS Dihapus: Menanti Google Pixel dan Turunnya Harga iPhone di Indonesia
-
65 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 25 Februari: Klaim Skin AUG Aurora dan Item Ramadan
-
5 Cara Download Foto TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah dan Cepat
-
Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Februari 2026 dan Cara Klaim Hadiahnya
-
5 HP Samsung RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 untuk Performa Gahar