Suara.com - Tom Clancy's The Division merupakan salah satu game RPG dengan alur cerita menarik. Setelah 10 tahun, Ubisoft akhirnya menyiapkan sang penerus, The Division 2: Survivors.
Mirip judul pertama, permainan anyar juga didesain untuk menjalankan misi serta bertahan hidup.
Melalui Gamescom 2025, Ubisoft turut mengunggah video trailer The Division 2: Survivors.
Ini bukan sekadar DLC, melainkan sebuah babak anyar yang dideskripsikan sebagai "versi terbaru dari pengalaman survival ekstraksi".
Game tersebut adalah jawaban bagi para veteran yang merindukan adrenalin dan bagi pemain baru yang mencari tantangan hardcore di dunia pasca-apokaliptik.
Meskipun pengembangannya masih "dalam tahap awal" di bawah arahan direktur kreatif veteran Magnus Jansén, Ubisoft mengambil langkah yang tidak biasa dengan melibatkan komunitas sejak hari pertama.
Produser eksekutif, Julian Gerighty, kembali mengawasi waralaba ini setelah tugasnya di Star Wars Outlaws, menegaskan pendekatan kolaboratif.
"The Division 2: Survivors adalah bayi Anda sekaligus bayi kami, dan kami berupaya untuk transparan selama pengembangannya. Komunikasi yang jelas dan keterlibatan komunitas menjadi fokus kami dalam membangun pengalaman baru ini, dan kami akan melibatkan Anda secara dekat seiring kami melanjutkan proses pengembangan," ungkap Julian Gerighty dikutip dari laman resmi publisher.
Janji ini terasa nyata, terutama setelah pembatalan The Division Heartland, proyek free-to-play yang sebelumnya sangat dinanti.
Baca Juga: Forza Horizon 6 di Jepang? Bocoran Terbaru Mengarah ke Negeri Sakura
Dengan Survivors, Ubisoft seolah ingin menebusnya dengan mendengarkan langsung keinginan para pemain setianya.
Saat ini, belum ada cuplikan gameplay yang dibagikan, hanya beberapa karya seni konsep yang memancing imajinasi tentang seperti apa dunia yang lebih buas dan tak kenal ampun ini nantinya.
Jangan berharap bisa The Division anyar dalam waktu dekat, karena perilisannya diperkirakan masih jauh, kemungkinan pada tahun 2026.
Sambil menunggu, waralaba The Division tetap hidup. The Division Resurgence, game mobile gratis yang menjembatani cerita antara Division 1 dan 2, saat ini sedang membuka pendaftaran uji coba tertutup.
Itu adalah kesempatan emas untuk merasakan pengalaman Division klasik yang diadaptasi untuk perangkat seluler.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak