-
Komdigi dan Indosat latih ASN muda kuasai AI untuk percepat reformasi pelayanan publik.
-
Pelatihan fokus pada keterampilan praktis, etika, dan tata kelola AI dalam birokrasi digital.
-
Program ini bagian dari strategi menuju smart government dalam RPJPN 2025–2045
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), meluncurkan program pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda.
Program bertajuk “Next-Gen ASN: Leading with AI” ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital ASN sebagai ujung tombak reformasi layanan publik berbasis teknologi.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali ASN dengan keterampilan strategis dan praktis dalam memanfaatkan AI dan teknologi digital secara efektif dalam lingkungan kerja birokrasi.
Inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi nasional menuju pemerintahan digital (smart government), sebagaimana tertuang dalam UU No. 59/2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam menghadapi era teknologi yang berkembang pesat.
"Dalam mengakselerasi reformasi sektor pelayanan publik, aspek utama yang perlu diperkuat adalah sumber daya manusianya. Karena itu, kami menggandeng para ahli seperti Indosat untuk membekali ASN dengan kompetensi teknologi terkini,” ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (3/10/2025).
Sejalan dengan Boni, Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komdigi, menegaskan bahwa ASN muda harus menjadi agen perubahan di era digital.
Ia menyebut bahwa pemanfaatan teknologi bukan hanya soal adaptasi, tetapi juga kepemimpinan digital.
"Kita harus bisa beradaptasi, berinovasi, dan bahkan menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan teknologi ini. Dan disinilah peran kita, para ASN muda, sangat dibutuhkan. Kita adalah generasi yang akan memimpin birokrasi di era digital,” ungkapnya.
Baca Juga: Kumpulan Prompt Gemini AI untuk Edit Foto Background Aurora, Hasil Realistis
Kecakapan dalam AI dan Big Data kini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat transformasi sistem pemerintahan yang didorong oleh digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Teknologi ini digunakan dalam berbagai aspek penting, mulai dari perumusan strategi, pengukuran kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU), hingga pemeriksaan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.
Tren global pun menunjukkan hal serupa. Berdasarkan survei PwC tahun 2024, sebanyak 76 persen pekerja di Indonesia meyakini bahwa generative AI akan meningkatkan efisiensi kerja dalam 12 bulan ke depan.
Bahkan, lebih dari 50 persen di antaranya melihat AI sebagai peluang besar untuk menambah keterampilan baru.
Ini menunjukkan pentingnya pelatihan AI bagi ASN agar mampu bersaing dan memberikan layanan publik yang semakin transparan, cepat, dan efisien.
Indosat Ooredoo Hutchison sebagai mitra strategis mendukung penuh pelatihan ini. Reski Damayanti, Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung agenda transformasi digital pemerintah.
Berita Terkait
-
Kumpulan Prompt AI Edit Foto Pakai Batik, Meriahkan Hari Batik Nasional 2025!
-
Hasil Lelang Frekuensi 1.4 GHz: Adik Prabowo hingga Telkom-MyRepublic Rebutan Internet Murah
-
Hemat Listrik Hingga 30 Persen? Ini Rahasia Teknologi AI Canggih dari Midea!
-
5 Prompt Gemini AI Foto Pakai Hanbok ala Korea untuk Sendiri dan Pasangan, Hasil Tampak Asli
-
Daftar HP Samsung Bisa Pakai Galaxy AI, Edit Foto Jadi Mudah Tanpa Aplikasi
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Chipset Redmi Turbo 5 Series Terungkap: Diprediksi Pakai Dimensity 8500 dan 9500e
-
Naoki Yoshida Isyaratkan Adanya Port Final Fantasy 14 untuk Nintendo Switch 2
-
10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu Desember 2025: Red Magic dan iQOO Bersaing Ketat
-
5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Geser iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro Masuk 3 Besar HP Flagship Kamera Terbaik DxOmark
-
5 Smartwatch Samsung, Garmin hingga Xiaomi Diskon Sampai 40% di Erafone!
-
Oppo Reno 15 Pro Max Debut Global, Pakai Dimensity 8450 dan Kamera 200 MP
-
Bocoran Perdana Motorola Signature Muncul, Stylus Jadi Kejutan di Kelas Flagship
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas