- Pokémon Legends: Z-A terjual 5,8 juta kopi dalam minggu pertama, separuhnya dimainkan di Switch 2.
- Game ini menampilkan kembalinya Mega Evolution dan berlatar di Kota Lumiose era modern.
- Ulasan positif memuji pertarungan real-time dan kustomisasi karakter.
Suara.com - Franchise Pokémon kembali membuktikan kekuatannya dengan peluncuran fenomenal game Pokémon Legends: Z-A.
The Pokémon Company secara resmi mengumumkan bahwa game ini berhasil terjual sebanyak 5,8 juta kopi di seluruh dunia hanya dalam minggu pertamanya.
Angka ini mencakup penjualan fisik dan digital, dengan sebuah detail menarik yang menjadi sorotan utama: sekitar setengah dari total penjualan tersebut dimainkan di konsol generasi baru, Switch 2.
Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa antusiasme terhadap petualangan baru di dunia Pokémon masih sangat tinggi, terutama dengan kehadiran perangkat keras yang lebih kuat.
Meskipun angka penjualan Pokémon Legends: Z-A sangat impresif, pencapaian itu menempatkannya di posisi kelima dalam daftar peluncuran game Pokémon terlaris.
Posisi puncak masih dipegang oleh Pokémon Scarlet & Violet dengan rekor 10 juta kopi dalam tiga hari, diikuti oleh Pokémon Legends: Arceus (6,5 juta kopi), serta Sword & Shield dan Brilliant Diamond & Shining Pearl yang masing-masing terjual 6 juta kopi.
Walau begitu, 5,8 juta unit dalam sepekan adalah sebuah tonggak sejarah yang solid bagi seri Legends.
Berbeda dari Arceus yang mengajak pemain ke masa lalu, Pokémon Legends: Z-A membawa kita kembali ke era modern di Kota Lumiose yang ikonik dari Pokémon X & Y.
Mengutip GameSpot, fokus utamanya adalah kembalinya mekanik Mega Evolution yang dicintai penggemar, yang kini menjadi inti dari cerita dan gameplay pertarungan real-time yang seru.
Baca Juga: Top 10 Game Terpopuler di Indonesia 2025 yang Seru Dimainkan, Bukan Cuma Roblox
Ulasan kritis pun sangat positif, di mana salah satu reviewer menyebutnya sebagai “surat cinta untuk penggemar lama yang lebih baik dari Pokémon Legends: Arceus dalam segala hal”.
Pujian terutama diarahkan pada sistem pertarungan yang aktif, musik yang memukau, dan opsi kustomisasi karakter yang lebih kaya.
Namun, game ini tidak lepas dari kekurangan. Banyak yang mengkritik Kota Lumiose yang terasa kurang hidup dan misi sampingan yang repetitif.
Perbedaan performa antara dua konsol juga sangat kentara.
Di Switch 2, game berjalan mulus pada 60 FPS, sementara pengguna Switch orisinal melaporkan frame rate yang tidak stabil dan visual yang kurang optimal.
Dengan DLC berbayar bernama Mega Dimension yang sudah diumumkan, masa depan game A-RPG ini terlihat cerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
Terkini
-
Bocoran Vivo S2 5G Ungkap Baterai Raksasa 7.050mAh dan Durabilitas Ekstrem IP69
-
Sampai Ulang Sapaan, Prabowo Minta Jaksa Agung dan Kapolri Selalu Berdekatan: Baru Panglima TNI
-
Era Baru Penanganan Kanker: AI dan Teknologi Presisi Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien
-
Perambah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditangkap, Terancam 10 Tahun Penjara
-
KAI Sanggupi Bangun Trans Sumatera Railway dari Bakauheni ke Banda Aceh, Setelah Itu Kalimantan?
-
Optimistis Program Prabowo Berlanjut, PIRA Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Cakung
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
HNW Sebut Pramono Punya 'Jalur Tol' Puan Maharani untuk Cairkan DBH Jakarta
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
-
350 Ribu Guru TK Mengadu ke Dasco, Minta Diangkat Jadi PPPK