-
Xi Jinping memberi hadiah sepasang ponsel Xiaomi kepada Presiden Korsel Lee Jae Myung saat KTT APEC di Gyeongju.
-
Momen menjadi lucu ketika Lee menyinggung soal keamanan ponsel buatan China dan Xi menanggapinya dengan candaan.
-
Video pertemuan tersebut viral di media sosial dan mendapat banyak komentar lucu dari netizen
Suara.com - Pertemuan dua kepala negara dalam hubungan diplomatic tidak selamanya serius, seperti yang terjadi saat Presiden China, Xi Jinping bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung.
Dilansir dari video yang diunggah kembali oleh akun Instagram @lambegosiip, Senin (3/11/2025), terlihat Xi Jinping memberikan kado berupa sepasang hp pintar.
Namun, ada adegan lucu dalam perbincangan antar-keduanya.
Xi Jinping menginformasikan jika sepasang hp tersebut adalah merek Xiaomi.
Lalu, Lee Jae Myung menyampaikan jika layer dari hp itu adalah buatan Korea Selatan.
Kemudian, Lee Jae Myung mempertanyakan soal keamanan saat berkomunikasi dengan ponsel asal China tersebut.
"Apakah komunikasinya aman dan kokoh," tanyanya sambal diiringi tawa oleh yang hadir di tempat tersebut.
Kemudian pertanyaan ini pun dijawab Xi Jinping dengan kelakaran lainnya.
"Periksa apakah ada akses tersembunyi atau tidak," ucapnya sambal tertawa.
Baca Juga: Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 2025 Lengkap, Mulai Rp1 Jutaan Spek Dewa!
Lee Jae Myung pun menanggapinya dengan tertawa.
Dihimpun dari berbagai sumber, pertemuan mereka disela-sela KTT APEC yang bertempat di Gyeongju, Korea Selatan.
Seperti diketahui, hp Xiaomi sendiri merupakan buatan China dan negara Tirai Bambu itu terkenal dengan aksi mata-matanya.
Video ini pun langsung menjadi pusat perhatian dan viral di media social.
Beragam komentar dari netizen warga +62 pun juga memenuhi postingan tersebut.
"Disadap ya," canda seorang netizen.
"Kim jong un memantau," sahut lainnya.
"Sepertinya tidak dipakai ,takut ada penyadapnya," kata netizen ini.
"Itu bukan hp biasa.... Tombolnya bisa mengaktifkan rudal," timpal yang lain.
Berita Terkait
-
Xiaomi Sedang Garap HP Redmi dengan Baterai 9.000 mAh
-
Tablet Xiaomi Redmi Pad 2 Pro Masuk Indonesia 7 November, Intip Bocoran Spesifikasinya
-
Intip Keunggulan Redmi 15: HP Murah Xiaomi Punya Baterai 7.000 mAh
-
Update Harga Xiaomi TV A 32, Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Smart TV Rp1 Jutaan Ini
-
Xiaomi Siap Rilis G30 Max, Penyedot Debu Nirkabel dengan Baterai 4.000 mAh
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol