Suara.com - Tablet berkembang menjadi alat kerja yang semakin fleksibel. Banyak orang mulai mengganti laptop dengan tablet, terutama untuk kebutuhan mobilitas tinggi. Lebih ringan dan daya tahan baterai panjang membuat tablet digemari pekerja kreatif, pengajar, mahasiswa, hingga pelaku bisnis.
Salah satu fitur yang kini semakin dicari adalah kemampuan menyambungkan tablet ke proyektor. Fitur ini penting untuk berbagai situasi, seperti presentasi kantor, mengajar di kelas, pitching proyek, atau menampilkan materi visual di ruang rapat tanpa perlu membawa laptop besar.
Selama tablet memiliki dukungan output HDMI, baik melalui port USB-C yang mendukung DisplayPort Alt Mode maupun adaptor tertentu, kita dapat menyalurkan tampilan layar tablet ke proyektor hanya dengan kabel yang tepat.
Namun perlu diingat, tidak semua tablet dengan USB-C otomatis bisa tersambung ke HDMI. Menurut laporan eTechnophiles, kemampuan ini bergantung pada konfigurasi port Type-C pada tablet tersebut. Artinya, adaptor hanya dapat mengatur ulang sinyal, bukan mengonversinya jika perangkat memang tidak mendukung fitur output video.
Jika Anda sedang mencari tablet yang praktis, ringan, tetapi tetap bisa mendukung kebutuhan presentasi profesional, berikut adalah 7 rekomendasi tablet yang bisa disambungkan ke proyektor lengkap dengan estimasi harga pasar.
1. Huawei MatePad 11 (2021)
Estimasi harga pasar: Rp3,4 juta – Rp6 jutaan.
Huawei MatePad 11 merupakan salah satu tablet paling populer untuk kebutuhan produktivitas karena sudah mendukung output eksternal melalui kabel USB-C to HDMI. Layarnya berukuran 10,95 inci dengan resolusi 2560 × 1600 piksel, cukup tajam untuk editing ringan maupun multitasking.
Tablet ini menggunakan prosesor Snapdragon 865 dan RAM 6–8GB, sehingga kinerjanya stabil untuk aplikasi presentasi, catatan, hingga desain level ringan. Mengusung HarmonyOS 2.0 yang dapat ditingkatkan ke versi terbaru, MatePad 11 juga memiliki baterai 7250mAh yang tahan seharian.
2. Lenovo Tab P11 Pro (2020)
Estimasi harga pasar: Rp5,4 juta – Rp7 jutaan.
Baca Juga: Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 Pro dengan Spek Unggulan: Ada Tawaran Diskon Hingga Rp400 Ribu!
Tablet ini mengandalkan chipset Snapdragon 730G yang cukup mumpuni untuk kebutuhan kerja harian. Kelebihan utamanya adalah panel OLED 11,5 inci, memberikan kualitas visual yang sangat tajam sekaligus nyaman untuk konsumsi multimedia maupun presentasi.
Lenovo Tab P11 Pro mendukung koneksi ke layar eksternal melalui dongle USB-C ke HDMI, membuatnya cocok untuk digunakan dalam ruang rapat atau kelas. Tablet ini tersedia dalam dua varian RAM, yakni 4GB dan 6GB dengan penyimpanan 128GB.
Baterainya berkapasitas 8600mAh dan mendukung fast charging 20W. Dengan kapasitas yang tinggi, tablet ini bisa digunakan dalam waktu lama. Dengan pemakaian normal, bisa nyala seharian.
3. Samsung Galaxy Tab S7+
Estimasi harga pasar: Rp66 juta – Rp14 juta.
Galaxy Tab S7+ menjadi salah satu tablet Android paling premium berkat layar Super AMOLED 12,4 inci yang sangat luas dan jernih. Menggunakan prosesor Snapdragon 865+, tablet ini sangat responsif untuk multitasking berat.
Tablet S7+ mendukung output HDMI melalui adaptor USB-C khusus, sehingga pengguna bisa menayangkan presentasi atau video ke proyektor dengan mudah. Dengan RAM hingga 8GB dan internal hingga 512GB, tablet ini cocok untuk pekerjaan profesional yang membutuhkan performa tinggi. Baterai 10.090mAh juga memastikan daya tahan optimal sepanjang hari.
4. Microsoft Surface Pro 9
Estimasi harga pasar: Rp16 juta – Rp24 juta.
Surface Pro 9 adalah tablet premium yang kekuatannya setara laptop. Mengusung layar PixelSense Flow 13 inci, kualitas gambarnya superior dan sangat nyaman untuk kerja kreatif. Pilihan prosesornya pun bervariasi, mulai dari Intel Core generasi ke-12 hingga chip Microsoft SQ3.
Untuk kebutuhan proyektor, Surface Pro 9 bisa disambungkan melalui USB-C ke HDMI converter, membuatnya fleksibel dipakai di kantor maupun saat mobilitas tinggi. RAM tersedia hingga 32GB, sangat ideal untuk multitasking berat.
5. Lenovo Tab P11 (2nd Gen)
Estimasi harga pasar: Rp4 juta – Rp5,5 juta.
Seri kedua Lenovo Tab P11 menawarkan performa lebih efisien dengan chipset MediaTek Helio G99 dan dukungan output eksternal via USB-C. Layarnya berukuran 11,5 inci dengan refresh rate 120Hz sehingga sangat nyaman untuk browsing dan belajar daring.
Tablet ini tergolong ringan namun tetap kuat untuk menunjang produktivitas dasar. Meski tidak selalu mudah ditemukan di pasar Indonesia, perangkat ini tetap populer di segmennya.
6. Huawei MatePad 11 (2023)
Estimasi harga pasar: Rp6 jutaan.
Versi terbaru MatePad 11 mempertahankan keunggulan seri sebelumnya dengan tambahan kinerja yang lebih baik. Tablet ini tetap menggunakan Snapdragon 865, layar 120Hz, serta dukungan output eksternal via USB-C. Bagi pengguna yang sering presentasi, MatePad 11 menawarkan kemudahan plug-and-play ke proyektor atau monitor eksternal.
7. Samsung Galaxy Tab S8
Estimasi harga pasar: Rp11 juta – Rp13 juta.
Galaxy Tab S8 termasuk tablet kelas atas yang masih sangat relevan di 2025. Ditenagai Snapdragon 8 Gen 1, tablet ini sangat cepat untuk multitasking, desain ringan, sampai kebutuhan profesional.
Dengan dukungan koneksi eksternal melalui USB-C to HDMI, Tab S8 dapat menjadi pengganti laptop dalam kegiatan presentasi. Layarnya yang luas dan responsif membuatnya nyaman digunakan untuk kerja maupun hiburan.
Demikian itu rekomendasi tablet yang bisa nyambung ke proyektor. Tablet yang mendukung output HDMI semakin menjadi kebutuhan penting di era kerja fleksibel.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik