Suara.com - WhatsApp kembali menghadirkan inovasi baru demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Setelah sukses menguji fitur pencarian melalui username, aplikasi pesan instan milik Meta ini kini sedang mengembangkan fitur "Message Request", sebuah sistem penyaringan pesan dari kontak tak dikenal yang mirip dengan fitur serupa di Instagram.
Menurut laporan WABetaInfo (8/11/2025), fitur ini akan hadir dalam pembaruan WhatsApp beta for Android 2.25.33.11 yang tersedia di Google Play Store. Melalui fitur baru ini, pengguna bisa memilih siapa saja yang boleh mengirim pesan langsung ke mereka.
Dengan begitu, pesan dari nomor tak dikenal tidak akan otomatis masuk ke daftar percakapan utama.
Fitur "Message Request" akan dilengkapi pengaturan privasi bernama "Who can message me" yang terdiri dari dua opsi utama.
Opsi pertama adalah "Everyone", yang menjadi pengaturan standar. Dengan pengaturan ini, semua pesan dari nomor baru akan tetap muncul di tab "Chats" seperti biasa.
Sementara opsi kedua, "My Contacts", memungkinkan pengguna untuk lebih selektif. Jika opsi ini dipilih, pesan dari nomor yang belum tersimpan tidak akan langsung masuk ke daftar chat utama. Sebaliknya, pesan tersebut akan dialihkan ke folder khusus bernama "Requests".
Dalam folder tersebut, pengguna bisa melihat nama pengirim, foto profil, dan cuplikan pesan sebelum memutuskan untuk membalas, menghapus, melaporkan, atau memblokir pengirim. Fitur ini diharapkan mampu memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna terhadap siapa saja yang dapat berinteraksi dengan mereka di platform ini.
Sistem folder "Requests" ini sebenarnya bukan hal baru di ekosistem Meta. Instagram sudah lebih dulu menggunakan mekanisme serupa untuk memilah pesan dari akun yang belum saling mengikuti. Kini, WhatsApp berusaha menghadirkan pengalaman yang sama — namun dengan penekanan lebih pada keamanan dan privasi pengguna.
Baca Juga: Download Stiker WA Galon hingga Gas 3 Kg Biar Chat Beli Online Lebih Cepat
Dengan adanya folder terpisah, daftar chat utama pengguna akan lebih rapi dan bebas dari pesan acak atau spam. Hal ini sangat berguna terutama bagi pengguna yang memanfaatkan WhatsApp untuk keperluan bisnis atau pekerjaan. Tak hanya itu, sistem ini juga dapat membantu melindungi pengguna muda dari potensi pesan berbahaya atau tidak diinginkan.
"Fitur ini memberikan keseimbangan antara keterbukaan komunikasi dan perlindungan privasi," tulis WABetaInfo (8/11/2025) dalam laporannya.
Meski terdengar menarik, perlu dicatat bahwa fitur "Message Request" tidak bersifat retroaktif. Artinya, percakapan lama dari nomor tak dikenal yang sudah ada di daftar chat tidak akan dipindahkan secara otomatis ke folder baru.
Hanya pesan baru yang diterima setelah pengaturan ini diaktifkan yang akan difilter ke folder "Requests".
Keberadaan folder "Requests" akan menjadi semakin penting ketika fitur komunikasi berbasis username resmi diluncurkan. Nantinya, pengguna bisa mencari dan menghubungi orang lain melalui nama pengguna tanpa perlu membagikan nomor telepon.
Dengan sistem ini, pesan dari akun yang ditemukan lewat username akan lebih dulu masuk ke folder "Requests", bukan langsung ke chat utama.
Berita Terkait
-
Download Stiker WA Galon hingga Gas 3 Kg Biar Chat Beli Online Lebih Cepat
-
5 Rekomendasi Aplikasi Kencan Terbaik, Zohran Mamdani dan Istrinya Bertemu di Hinge
-
Fitur Tersembunyi WA Web, Ini Cara Blur Chat WhatsApp agar Tak Diintip
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Harga di Bawah 1 Juta
-
Tips Akhir Tahun Ga Bikin Boncos: Maksimalkan Aplikasi ShopeePay 11.11 Serba Hemat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru