-
Capcom membatalkan konsep multiplayer karena dianggap mengurangi intensitas horor khas Resident Evil.
-
Tim memilih kembali ke fokus survival horror demi memenuhi ekspektasi penggemar setia.
-
Versi final tetap menyisakan elemen konsep awal dan menghadirkan protagonis baru dengan mekanik horor klasik.
Suara.com - Kabar terbaru seputar Resident Evil Requiem mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan, yakni game horor yang sangat dinanti ini awalnya dirancang sebagai game multiplayer open world.
Namun, Capcom memutuskan untuk membatalkan visi tersebut dan kembali ke formula pemain tunggal yang telah terbukti.
Alasan di balik perubahan drastis ini sederhana namun krusial: versi multiplayer-nya dinilai tidak cukup menakutkan untuk memenuhi ekspektasi para penggemar setia.
Produser Masato Kumazawa dalam sebuah wawancara blak-blakan menjelaskan bahwa tim pengembang merasa ada yang hilang dari pengalaman horornya.
"Melihat game ini saat masih multiplayer, bagian horornya terasa sangat ringan," ujar Kumazawa.
Meskipun versi tersebut seru untuk dimainkan, tim sadar bahwa inti dari Resident Evil adalah ketegangan dan rasa takut yang mencekam.
Mereka mempertanyakan apakah para penggemar berat akan benar-benar menikmati pengalaman yang lebih ringan tersebut, dan akhirnya menyimpulkan bahwa jawabannya adalah tidak.
Keputusan ini menggarisbawahi pemahaman mendalam Capcom terhadap keinginan komunitasnya.
Mengutip EuroGamer, Kumazawa menegaskan, "Saya yakin penggemar waralaba ini menginginkan [...] survival horror dan rasa takut. Itulah hal nomor satu yang diinginkan penggemar."
Baca Juga: Youtuber Gaming Indonesia Raih Juara Dunia Lomba Build Minecraft MrBeast
Dengan prinsip itu, ia menambahkan bahwa tim "tidak bisa begitu saja menambahkan skin dan karakter baru dan memberikan pengalaman yang sama. Itu tidak akan sebagus itu."
Fokus mereka adalah menciptakan pengalaman survival horror yang terasa segar dan otentik.
Meski visi multiplayer ditinggalkan, tidak semua elemen dibuang begitu saja.
Kumazawa menggoda bahwa beberapa sisa dari konsep awal masih dipertahankan dalam versi final, meskipun ia menolak merinci lebih lanjut.
Kini, Resident Evil Requiem berpusat pada kisah protagonis baru, analis FBI Grace Ashcroft, yang dikejar oleh monster mengerikan. Itu mengingatkan kita pada Mr. X atau Lady Dimitrescu.
Pemain dapat beralih antara perspektif orang pertama dan ketiga, menggunakan mekanisme sembunyi, dan memanfaatkan lingkungan untuk mengalihkan perhatian musuh.
Di bawah arahan sutradara Resident Evil 7, Koshi Nakanishi, game ini menjanjikan "jurang paling ekstrem" antara ketidakberdayaan dan kekuatan seiring perkembangan karakter Grace.
Dengan pengembangan yang bahkan dimulai sebelum Village, Resident Evil Requiem diposisikan sebagai kembalinya seri ini ke akar horor murni, membuktikan bahwa ketakutan sejati lebih berharga daripada interaksi multipemain yang ramai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Asus ROG Siapkan Laptop Gaming AI Terbaru di Indonesia, Ada Zephyrus Duo Dual Screen dan RTX 5090
-
Samsung Kembangkan HP Layar Gulung, Bisa Jadi Pengganti Galaxy Z Fold?
-
Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI di Indonesia
-
Rupiah Anjlok, Harga Laptop Acer Kena Imbas
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 22 Mei 2026: Amankan Final Shot Gerhana dan Skin SG2 Mengerikan
-
Apple Bikin Heboh dengan MacBook Neo Murah, Begini Respons Acer Indonesia
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Mei 2026: Sikat Habis Marco Van Basten 120 dan Messi!
-
iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan
-
Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia
-
Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam