- LG menegaskan komitmen menghadirkan TV berstandar global lewat fasilitas R&D di Indonesia dan proses produksi yang mengikuti Korean Quality Control Standard.
- Setiap produk TV LG diuji sangat ketat, melalui lebih dari 500 pengujian mulai dari kualitas gambar hingga ketahanan ekstrem.
- Pendekatan kualitas LG mencakup seluruh proses, dari R&D hingga edukasi teknisi, untuk memastikan keamanan, keandalan, dan kepuasan konsumen.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini mencerminkan dedikasi LG terhadap presisi, inovasi, dan kualitas tanpa kompromi.
“Konsistensi pada penjagaan menyeluruh pada kualitas, kami terus berkembang sepanjang 35 tahun di Indonesia," jelasnya.
LG juga menerapkan quality control global di dua fasilitas produksinya di Tangerang dan Cibitung.
Setiap unit yang diproduksi melewati pengujian ketat untuk memastikan tidak hanya lolos standar, tetapi juga tahan lama ketika sampai ke tangan konsumen.
Lebih dari sekadar mendeteksi cacat, tim Quality Control menelusuri akar permasalahan dan mengembangkan langkah pencegahan agar kesalahan tidak terulang.
Pengawasan kualitas bahkan mencakup aspek pengiriman agar produk tetap aman selama distribusi.
“Pendekatan menyeluruh ini menjadi cermin komitmen LG dalam memberikan produk yang tak hanya memenuhi ekspektasi, tetapi juga melampaui standar industri," ucap Ha Sang-chul.
Edukasi Konsumen Lewat LG HVAC Academy
Selain pengembangan produk, LG menghadirkan LG HVAC Academy sebagai pusat pelatihan teknisi AC untuk memastikan instalasi dan pemeliharaan yang sesuai standar.
Baca Juga: Daya Beli Lesu Hantam Industri Elektronik, Jurus 'Inovasi Hemat Energi' Jadi Andalan
"Hal ini untuk meningkatkan kepuasan pengguna melalui dukungan standar instalasi serta pemeliharaan yang sesuai dengan standar tinggi LG,” ujar Ha Sang-chul.
Di sisi lain, YLKI mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas.
"Karena itu, perusahaan harus membuktikan kualitas yang konsisten, layanan yang akuntabel dan komunikasi yang transparan agar kepercayaan benar-benar terbangun berdasarkan bukti," tutup Ketua Umum YLKI, Niti Emiliana.
Berita Terkait
-
TV Samsung: Bukan Sekadar Nonton! Karaoke, Art TV, Bahkan Tenangkan Anjing Peliharaan
-
LG Bangun Pabrik Baru, Tahun Pertama Targetkan Produksi 700.000 Unit AC Berkualitas Global
-
Deretan Seri Premium Terbaru LG Siap Masuk Pasar Indonesia, Bersenjata Tenaga AI
-
LG Electronis Punya Cara Unik Ekspansi ke 14 Daerah di Pulau Jawa
-
Sayonara! HP LG Akhirnya Resmi Tamat di Tahun 2025
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik