Suara.com - Sebuah tren unik berbasis sains tengah ramai di TikTok sejak awal Desember 2025. Tren yang dikenal sebagai wall friction trick ini memperlihatkan para pengguna menempelkan berbagai benda ke dinding tanpa perekat—mulai dari pensil, botol lotion, hingga kursi kayu berukuran anak-anak. Meski terlihat seperti sulap atau prank, fenomena ini ternyata memanfaatkan prinsip fisika sederhana, yakni gaya gesek.
Tren tersebut dengan cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah kreator mengunggah video eksperimen mereka. Banyak dari mereka awalnya mengaku tidak percaya, namun terkejut ketika benda yang digesekkan ke dinding benar-benar bisa menempel selama beberapa saat. Video-video ini pun mengundang jutaan penonton dan ribuan komentar yang bercampur antara kagum dan heran.
Salah satu kreator yang paling banyak dibicarakan adalah user TikTok bernama @boredandinheat. Dalam videonya yang ditonton lebih dari 13 juta kali, ia memperlihatkan berbagai benda yang berhasil ditempelkan ke dinding rumahnya, termasuk makanan ringan, botol kecil, hingga sebuah kursi kayu. Meski berhasil, ia mengakui ada konsekuensi kecil berupa bekas goresan pada cat dinding.
Reaksi serupa juga datang dari kreator lain. User @andreamarie429, misalnya, mencoba menempelkan pensil dan dispenser selotip ke dinding.
Dalam keterangannya, ia berseloroh bahwa eksperimen tersebut kemungkinan besar akan “mengorbankan” uang jaminan sewa rumahnya. Komentar warganet pun ramai menanggapi dengan candaan serupa, terutama dari sesama penyewa rumah.
Di balik viralnya tren ini, wall friction trick terjadi akibat prinsip fisika dasar yang bekerja karena kombinasi tekanan, panas, dan gaya gesek statis.
Ketika sisi datar suatu benda digesekkan ke dinding secara vertikal dengan tekanan cukup kuat, terjadi gesekan antara permukaan benda dan dinding. Gesekan ini menghasilkan panas dalam jumlah kecil yang dapat melunakkan lapisan paling luar cat dinding.
Wall friction trick melibatkan menggesekkan benda seperti pulpen atau highlighter ke dinding secara vertikal, sehingga benda tersebut bisa "nempel" sementara tanpa jatuh.
Ketika benda digosok ke atas dinding dengan tekanan, gesekan statis muncul dan melawan gravitasi, menciptakan gaya normal yang cukup kuat untuk menahan benda di posisi tersebut. Gesekan ini lebih besar saat permukaan benda dan dinding kasar atau lengket, sehingga koefisien gesekan (μ\muμ) meningkat.
Baca Juga: Saat Sekolah Jadi Ajang Konten: Tren Makeup di Kalangan Pelajar Tuai Pro Kontra
Lapisan cat yang sedikit melunak kemudian membentuk semacam “segel” sementara dengan permukaan benda. Segel inilah yang, bersama gaya gesek statis, mampu menahan benda agar tidak langsung jatuh meskipun melawan gaya gravitasi. Namun, efek ini hanya bersifat sementara dan sangat bergantung pada jenis permukaan, tekanan, serta kondisi cat dinding.
Gaya gesek statis muncul ketika dua permukaan bersentuhan tanpa bergerak relatif satu sama lain. Selama gaya gesek statis masih lebih besar daripada gaya tarik gravitasi pada benda, benda tersebut akan tetap berada di tempatnya. Namun, begitu segel melemah atau tekanan berkurang, benda akan jatuh.
Meski dinilai menarik dan relatif aman dibanding tren ekstrem lain di TikTok, wall friction trick tetap menuai kekhawatiran. Risiko terbesar bukan pada keselamatan pengguna, melainkan pada kerusakan properti. Banyak video dan komentar menunjukkan cat dinding yang terkelupas, tergores, atau meninggalkan bekas gelap setelah eksperimen dilakukan.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi mereka yang tinggal di rumah sewaan atau yang melakukannya di tempat umum seperti ruangan sekolah. Beberapa pengguna bahkan saling mengingatkan untuk tidak mencoba tren ini jika tidak ingin merusak lapisan cat yang ada pada dinding.
Sebagian warganet juga mengaku skeptis. Ada yang merasa “seperti sedang dikerjai” sebelum mencobanya sendiri, sementara yang lain memilih menahan diri karena khawatir meninggalkan bekas permanen di dinding rumah. Tren ini dipandang sebagai contoh bagaimana konsep sains dasar bisa terjadi secara langsung di sekitar kita.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?
-
3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik
-
Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026
-
6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam
-
Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat
-
6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026
-
Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan
-
5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat
-
Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah