Mengutip laporan dari South China Morning Post (SCMP), banyak individu di Malaysia merasa terluka karena tindakan solidaritas mereka justru dijawab dengan perbandingan nilai rupiah.
Bagi mereka, bantuan saat bencana seharusnya dilihat sebagai bentuk persaudaraan, bukan hitung-hitungan neraca.
Di platform X (sebelumnya Twitter), ungkapan kekecewaan mengalir deras. Salah satu warganet menekankan bahwa esensi bantuan bukanlah untuk menyelesaikan seluruh masalah ekonomi negara penerima, melainkan untuk memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat.
"Bantuan kemanusiaan ada untuk meringankan situasi, bukan untuk memperbaiki segalanya," cuit salah satu pengguna yang viral.
"Sangat sulitkah bagi dia untuk mengucapkan terima kasih?" timpal yang lain.
Konflik digital ini pun semakin memanas di platform Threads. Beberapa kelompok pengguna bahkan menyerukan tindakan ekstrem, seperti melarang Tito Karnavian masuk ke wilayah kedaulatan Malaysia.
Mereka menganggap pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap ketulusan rakyat Malaysia yang ingin membantu sesama di saat sulit.
Netizen Indonesia Turut Beri Simpati dan Maaf
Menariknya, kontroversi ini tidak hanya melibatkan warga Malaysia. Masyarakat Indonesia sendiri terpantau banyak yang tidak sejalan dengan logika yang disampaikan oleh Mendagri.
Baca Juga: Taklukan Malaysia di SEA Games 2025, Timnas Futsal Indonesia Merasa Kalah, Ada Apa?
Media Malaysia, The Rakyat Post, melaporkan adanya fenomena unik di mana banyak netizen Indonesia justru membanjiri kolom komentar untuk meminta maaf atas ucapan menteri mereka.
Banyak warga Indonesia yang merasa perilaku tersebut tidak mencerminkan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi rasa syukur. Mereka merasa malu karena bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga di lapangan justru dianggap remeh di level elit pemerintah.
“Sejumlah warga Indonesia merasa malu dan meminta maaf kepada warga Malaysia atas pernyataannya. Mereka berterima kasih kepada Malaysia karena memberikan bantuan yang mereka perlukan,” ujar laporan tersebut menggambarkan situasi di media sosial.
Polemik ini pun kian melebar setelah beberapa pembuat konten dan influencer ternama Malaysia, seperti Reina Lum, ikut memberikan respons terhadap isu tersebut.
Terkini, Tito Karnavian memberikan klarifikasi atas pernyataannya tersebut. Ia menyebut, tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan dari Malaysia dan sangat menghormati warga di Malaysia
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI