.
Suara.com - Arc Raiders merupakan game shooter populer yang laris manis meski baru meluncur Oktober 2025 lalu. Kabar terbaru mengungkap bila Arc Raiders berpeluang untuk diadaptasi menjadi film serta serial TV.
Sebagai informasi, firma riset industri memperkirakan bila penjualan Arc Raiders dapat menembus 12 juta kopi pada Q1 2026.
Permainan besutan Embark Studios ini menerima ulasan 'Sangat Positif' di Steam dari 203.000 pengguna.
Dengan reputasinya, Arc Raiders juga memperoleh penghargaan bergengsi pada acara The Game Awards 2025.
Tentu kabar mengenai film bertema Arc Raiders bakal menjadi nilai jual menarik pada game.
Embark Studios ini tidak hanya berhasil menyelinap di antara raksasa seperti Battlefield 6 dan COD Black Ops 7, mereka berhasil membangun segmen tersendiri.
Alinea Analytics memperkirakan bahwa game sudah mengantongi pendapatan sebesar 350 juta dolar AS atau Rp 5,9 triliun pada penjualan awal.
Dengan latar cerita yang kuat dan gameplay adiktif, Hollywood mulai melirik potensi game untuk diadaptasi menjadi film atau serial TV.
Ketertarikan itu bukan sekadar rumor, melainkan datang langsung dari CEO Embark Studios, Patrick Soderlund.
Baca Juga: Ingin Tetap Ramping, Studio Game Clair Obscur Menolak Ekspansi
Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa studionya telah menerima banyak tawaran.
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda berapa banyak perusahaan yang telah menghubungi saya dan ingin membuat serial TV [dan] film dari IP ini," kata Patrick Soderlund dikutip dari GameSpot.
Namun, Soderlund menekankan bahwa proyek tersebut "harus dilakukan dengan cara yang benar."
Latar dunia Arc Raiders memang sangat sinematik. Berlatar di Bumi pasca-apokaliptik tahun 2180, umat manusia terpaksa hidup di bawah tanah untuk berlindung dari mesin mematikan bernama ARC.
Pemain berperan sebagai "Raider" yang pemberani, naik ke permukaan untuk menjarah sumber daya demi kelangsungan hidup komunitasnya, sambil bertarung melawan ARC dan pemain lain.
Dengan narasi perjuangan untuk bertahan hidup melawan invasi mesin, properti intelektual ini dinilai sangat cocok untuk sebuah adaptasi.
Berita Terkait
-
Trailer Lift Suguhkan Teror Psikologis di Ruang Sempit Tanpa Jalan Keluar
-
63 Kode Redeem FF Aktif 6 Januari 2026: Ada Woof Bundle, Loot HRK, dan Paket Epic
-
Dua Game Legendaris Berkolaborasi, Pac-Man Gabung Sonic Racing CrossWorlds
-
5 Film Siap Hadir di Netflix Januari 2026, Ada Sore: Istri dari Masa Depan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Terpopuler: HP Snapdragon Paling Murah hingga Google Luncurkan Search Live
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara