- Xiaomi Redmi K90 Ultra segera hadir dengan baterai jumbo 8.500 mAh.
- Ponsel ini menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500 Plus performa tinggi.
- Fitur unggulannya meliputi kipas pendingin internal dan layar OLED 165 Hz.
Suara.com - Xiaomi resmi mengenalkan Redmi K90 pada Oktober 2025 lalu. Laporan anyar dari Weibo mengungkap adanya model lebih tinggi, yaitu Redmi K90 Ultra.
Menurut tipster populer Digital Chat Station, HP flagship Redmi K90 Ultra bakal mengemas baterai jumbo 8.500 mAh serta fitur AI untuk menunjang performa gaming.
Dibanding K90 standar, model Ultra menawarkan layar dengan refresh rate lebih tinggi serta baterai lebih besar (7.100 vs 8.500 mAh).
Kapasitas baterai jumbo dipadukan dengan teknologi pengisian daya super cepat 100 W, memastikan waktu bermain lebih lama dan pengisian daya yang singkat.
Tak hanya itu, untuk menjinakkan panas dari performa buasnya, Xiaomi dikabarkan menyematkan kipas pendingin aktif internal.
Itu merupakan sebuah fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel gaming paling premium.
Dapur pacunya pun tak kalah gahar. Mengutip NDTV, Redmi K90 Ultra disebut menjadi salah satu yang pertama menggunakan chipset anyar performa tinggi dari MediaTek.
Itu diindikasikan sebagai Dimensity 9500 Plus yang belum dirilis. Digital Chat Station menyebut Xiaomi sedang mengembangkan perangkat ini dengan "model performa sub-seri Dimensity 9500".
Kombinasi chipset kencang dan pendingin aktif ini jelas menandakan fokus utamanya untuk menaklukkan game-game terberat tanpa kompromi.
Baca Juga: REDMI Note 15 Resmi Hadir di Indonesia, Usung Ketahanan Ekstra dan Performa Seimbang
Sektor visual juga akan dimanjakan dengan layar LTPS OLED beresolusi 1.5K yang memiliki refresh rate ultra-tinggi hingga 165 Hz.
Meskipun tanggal rilisnya masih menjadi misteri, Redmi K90 Ultra kemungkinan besar diluncurkan secara eksklusif di China terlebih dahulu.
Namun, jangan khawatir. Berkaca dari generasi sebelumnya, perangkat ini sangat mungkin akan hadir di pasar global dengan nama berbeda.
HP baru ini kemungkinan besar sebagai penerus seri flagship killer Xiaomi T, yakni Xiaomi 15T Pro atau bahkan Xiaomi 17T Pro.
Berita Terkait
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
POCO F8 Series Segera Dipasarkan di Indonesia, Harga POCO F7 Makin Miring
-
Daftar Harga HP Xiaomi dan POCO Februari 2026: Dari yang 1 Jutaan hingga Kelas Flagship
-
iQOO 15R dan iQOO Z11x Masuk ke Asia Tenggara: Usung Layar Mewah, Kamera 200 MP
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan