- Kapasitas baterai flagship Xiaomi versi global sering lebih kecil daripada versi China karena regulasi transportasi baterai lithium-ion.
- Regulasi internasional mengkategorikan baterai sel tunggal di atas 20Wh sebagai barang berbahaya, menyulitkan pengiriman global.
- Solusi multi-sel sulit diterapkan karena kompleksitas desain internal, sehingga produsen memilih menyesuaikan kapasitas baterai.
Suara.com - Fenomena ini makin sering terjadi, dimana hp flagship Xiaomi yang rilis di China hadir dengan baterai super besar, tetapi saat masuk pasar global kapasitasnya justru “disunat”.
Contoh terbarunya, versi China dari Xiaomi 17 disebut-sebut mengusung baterai 7.000mAh. Namun varian globalnya diperkirakan hanya dibekali sekitar 6.300mAh.
Sekilas terlihat seperti penurunan spesifikasi. Tapi faktanya, ini bukan sekadar strategi penghematan biaya atau penurunan kualitas. Ada alasan teknis dan regulasi global yang jauh lebih kompleks di baliknya.
Regulasi Internasional Jadi Biang Kerok
Alasan utama perbedaan kapasitas baterai antara versi China dan global berkaitan dengan aturan transportasi baterai lithium-ion di pasar internasional.
Di Eropa, misalnya, berlaku regulasi seperti ADR (European Agreement Concerning the International Carriage of Dangerous Goods by Road) yang mengatur pengiriman barang berbahaya. Aturan serupa juga berlaku dalam penerbangan internasional.
Dilansir dari laman Gizmochina, Selasa (24/2/2026), baterai lithium-ion dengan kapasitas di atas 20Wh dikategorikan sebagai “barang berbahaya”.
Dalam konteks smartphone, satu sel baterai di atas 20Wh kira-kira setara dengan sekitar 5.200mAh (tegangan nominal standar).
Jika melebihi batas tersebut, meliputi proses pengiriman menjadi lebih rumit, biaya logistik melonjak, membutuhkan dokumentasi dan penanganan khusus, dan banyak operator logistik menolak pengiriman regular.
Baca Juga: Adu HP Kelas Premium: Xiaomi 17 Pro Max Sanggup Bikin iPhone 17 Pro Max Ketar-Ketir?
Inilah yang membuat smartphone dengan baterai sel tunggal berkapasitas sangat besar sulit dipasarkan di Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah wilayah global lainnya.
Secara teori, solusi paling sederhana adalah membagi baterai besar menjadi dua sel kecil agar masing-masing tetap di bawah 20Wh.
Beberapa produsen memang menerapkan desain dual-cell untuk meningkatkan kapasitas tanpa melanggar regulasi. Namun, pendekatan ini tidak semudah kedengarannya.
Mengadopsi desain multi-sel secara luas berarti tata letak internal harus dirombak, sistem pengisian daya lebih kompleks, mekanisme keamanan lebih rumit, membutuhkan ruang internal lebih besar, serta bobot dan ketebalan perangkat bisa bertambah.
Bagi brand seperti Xiaomi, desain ramping dan estetika premium adalah daya tarik utama. Mengorbankan bodi tipis demi baterai ekstra besar bukan keputusan yang ringan.
Akhirnya, dibanding mendesain ulang struktur internal untuk tiap wilayah, produsen sering memilih menyesuaikan kapasitas agar tetap aman dan mudah dikirim secara global.
Berita Terkait
-
Perilisan Xiaomi Pad 8 ke Indonesia Semakin Dekat, Konfigurasi Memori Terungkap
-
Spesifikasi Tecno Pova Curve 2: HP Midrange Tipis 8.000 mAh dengan Layar 144 Hz
-
Xiaomi HyperOS 3 Resmi Meluncur: Fitur AI, HyperConnect, dan Daftar Perangkat Kebagian Updatate
-
7 HP Murah Alternatif Samsung A07 5G, Baterai Jumbo Lancar buat Multitasking
-
Harga Mirip, Mending Redmi Note 14 5G atau Realme 15T 5G?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali