Capcom perkenalkan Pragmata, game aksi futuristik Hugh dan Diana di luar angkasa.
Fitur Panel Peretasan Diana menjadi kunci melumpuhkan armor tebal musuh robot.
Pemain bisa meningkatkan empat jenis senjata Hugh melalui fasilitas di Shelter.
Suara.com - Di tengah maraknya "Dad Games" seperti God of War atau The Last of Us, Capcom hadir menawarkan angin segar dengan Pragmata.
Itu merupakan sebuah permainan yang lebih terasa "Uncle Game", menyenangkan dan penuh aksi tanpa beban drama berlebihan.
Game action-adventure fiksi ilmiah ini menempatkan kita sebagai Hugh, seorang penjelajah angkasa yang bertugas melindungi gadis kecil misterius bernama Diana dari serbuan robot di stasiun luar angkasa.
Alih-alih hubungan ayah-anak yang berat, interaksi antara Hugh dan Diana terasa lebih ringan dan menyenangkan, menjadi daya tarik uniknya.
Inti dari gameplay Pragmata adalah sinergi brilian antara kekuatan Hugh dan kecerdasan Diana.
Hugh dipersenjatai untuk menghancurkan musuh, namun tembakan biasa nyaris tak berguna melawan armor tebal para robot. Di sinilah peran Diana bersinar.
Saat Hugh mengunci target, Diana akan menampilkan Panel Peretasan bergaya grid.
Dengan menghubungkan kotak-kotak biru, pemain dapat melumpuhkan armor musuh, membuka titik lemah mereka untuk dihujani tembakan dari Hugh.
Semakin banyak kotak terhubung, semakin besar kerusakannya, menciptakan dinamika risk-and-reward yang menegangkan di tengah pertempuran.
Baca Juga: 7 Game Offline Seru untuk Anak saat Perjalanan Mudik, Tetap Asyik Meski Tanpa Sinyal
Mengutip laman resmi PlayStation, terdapat banyak tantangan di Pragmata.
Beberapa robot dilindungi perisai yang harus dihancurkan terlebih dahulu, sementara model lain menembakkan rudal yang juga bisa diretas dan dibalikkan untuk menyerang pengirimnya.
Hugh sendiri dibekali empat jenis senjata, dari Senjata Utama hingga Unit Taktis dan Serang yang kuat, menuntut pemain untuk berstrategi.
Kemampuan ini dapat terus ditingkatkan di Shelter, tempat pemain memulihkan diri dan meng-upgrade perlengkapan menggunakan material yang ditemukan.
Fitur seperti Hacking Node juga menambah lapisan taktis, memberikan efek spesial seperti menurunkan pertahanan musuh atau meretas target di sekitar.
Dengan mekanisme yang terasa seperti gabungan antara ketegangan strategis Resident Evil 4 dan mobilitas game aksi modern, Pragmata menjanjikan pengalaman yang solid dan menyegarkan.
Game ini dijadwalkan rilis untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Windows pada April 2026.
Berita Terkait
-
Investor Sempat Panik, CEO Take-Two Skeptis AI Google Dapat Buat Game Sekelas GTA
-
Bocoran Proses Syuting Serial TV Tomb Raider, Sophie Turner Beraksi Hebat
-
58 Kode Redeem FF Max Terbaru 19 Maret 2026: Ada THR Pulsa, Diamond, dan Skin SG2
-
Bantu Kenali Mekanisme Bos World of Warcraft, Game Steam Gratis Ini Jadi Tempat Latihan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan