Tekno / Internet
Rabu, 25 Maret 2026 | 14:28 WIB
MIUI dan HyperOS. [Xiaomi]
Baca 10 detik
  • Xiaomi mengakhiri pembaruan MIUI pada 24 Maret 2026, setelah melayani lebih dari 500 juta pengguna sejak 2010.
  • HyperOS ditetapkan sebagai pengganti utama MIUI, berfokus pada integrasi lintas perangkat yang lebih efisien dan modern.
  • Pengembangan HyperOS dimulai sejak 2014 sebagai fondasi strategi integrasi ekosistem "Manusia x Mobil x Rumah" Xiaomi.

Suara.com - Xiaomi mengumumkan penghentian total pembaruan MIUI pada 24 Maret 2026, menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu sistem Android paling populer di dunia.

Keputusan ini sekaligus mengukuhkan HyperOS sebagai pengganti utama yang akan digunakan di seluruh perangkat Xiaomi ke depan.

Akhir MIUI Setelah 500 Juta Pengguna

MIUI bukan sekadar sistem operasi biasa. Sejak pertama kali dirilis pada 2010, platform ini berkembang pesat hingga digunakan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.

Namun, dua perangkat terakhir yang masih menerima update, yakni Redmi A2 dan Redmi A2 Plus kini resmi masuk masa akhir dukungan (end of life).

Update terakhir mereka hadir pada Desember 2025, dan sejak 24 Maret 2026, tidak ada lagi pembaruan lanjutan.

Langkah ini sekaligus menutup sejarah MIUI yang awalnya hanya proyek ROM kustom sebelum Xiaomi memproduksi smartphone sendiri.

Dari ROM Kustom Jadi Raksasa Global

MIUI pertama kali hadir berbasis Android 2.2 Froyo dan langsung menarik perhatian karena fitur yang lebih kaya dibanding Android standar.

Baca Juga: Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 2026, Mulai Seri Murah hingga Flagship

Pengguna dimanjakan dengan berbagai fitur seperti tema kustom penuh, Second Space, Dual Apps, hingga perekaman panggilan bawaan, fitur yang bahkan belum tersedia di banyak kompetitor saat itu.

Popularitas MIUI juga menjadi pintu masuk Xiaomi ke bisnis smartphone global, hingga akhirnya menjadikan brand ini salah satu pemain terbesar di dunia.

Keputusan Xiaomi bukan tanpa alasan. Seiring berkembangnya ekosistem perangkat, mulai dari smartphone, TV, hingga mobil listrik, MIUI dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan integrasi yang semakin kompleks.

Pengembangan HyperOS sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 2014, dengan fokus menghadirkan sistem operasi lintas perangkat yang lebih efisien dan terintegrasi.

HyperOS: Lebih Ringan, Cepat, dan Terhubung

Sebagai pengganti MIUI, HyperOS membawa banyak peningkatan. Sistem ini diklaim lebih ringan, hemat memori, serta memberikan performa yang lebih stabil.

Load More