Tekno / Tekno
Kamis, 26 Maret 2026 | 11:49 WIB
Ilustrasi jaringan Indosat. [Indosat]
Baca 10 detik
  • Indosat Ooredoo Hutchison memanfaatkan teknologi AI untuk menjaga stabilitas jaringan selama lonjakan trafik Lebaran 2026.
  • Penerapan AI mampu mendeteksi potensi kepadatan hingga 60 persen lebih cepat, mengoptimalkan jaringan di 77 jalur mudik.
  • Trafik data meningkat lebih dari 20 persen, dengan lonjakan terbesar terjadi pada rute Jakarta menuju Jawa Tengah.

Suara.com - Lonjakan penggunaan internet selama mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendorong Indosat Ooredoo Hutchison mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga stabilitas jaringan.

Perusahaan mencatat trafik data meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Angka ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital yang memperkirakan lonjakan trafik nasional bisa mencapai 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Lonjakan terbesar tercatat pada pergerakan pengguna dari Jakarta menuju Jawa Barat dengan kenaikan lebih dari 22 persen, serta ke Jawa Tengah yang melonjak lebih dari 37 persen.

AI Jadi Kunci Jaringan Tetap Stabil

Di tengah lonjakan tersebut, Indosat mengklaim kualitas jaringan tetap terjaga, bahkan downtime berhasil ditekan hingga 20 persen. Hal ini tidak lepas dari penerapan sistem berbasis AI yang mampu memantau jaringan secara real-time.

Director and Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung, menegaskan bahwa momen Lebaran menjadi ujian sesungguhnya bagi infrastruktur jaringan.

“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).

Pantauan Real-Time dan Prediksi Kepadatan

Sebagai perusahaan berbasis AI-TechCo, Indosat mengoperasikan sistem cerdas yang mampu mendeteksi lonjakan trafik lebih cepat dan melakukan penyesuaian otomatis sebelum gangguan terjadi.

Baca Juga: Harga DDR4 Melejit 8,8 Kali Lipat di 2026, Dampak Peralihan Industri ke AI Mulai Terasa

Teknologi ini bahkan mampu mengidentifikasi potensi kepadatan hingga 60 persen lebih cepat, sehingga kapasitas jaringan bisa langsung dioptimalkan di titik-titik krusial seperti jalur mudik, rest area, stasiun, dan destinasi wisata.

Jaringan ini diterapkan di 77 jalur mudik dengan total panjang lebih dari 8.000 km, mencakup jalan tol, non-tol, hingga jalur kereta api, serta hampir 800 titik strategis.

4G dan 5G Bekerja Bersama

Dalam implementasinya, jaringan 4G tetap menjadi tulang punggung layanan, sementara 5G digunakan untuk mengantisipasi lonjakan trafik di area padat.

Selain itu, Indosat juga memperkuat infrastruktur dengan peningkatan kapasitas di lebih dari 7.000 site, pembangunan 1.600 site baru sejak 2025, serta pengoperasian lebih dari 75 Mobile BTS di jalur mudik.

Sebanyak 2.500 engineer juga disiagakan selama 24 jam di seluruh Indonesia untuk memastikan konektivitas tetap optimal.

Load More