- BMKG tegaskan prosedur peringatan dini tsunami berjalan sesuai standar operasional.
- Informasi awal (PD1) dirilis 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi.
- Masyarakat diimbau pantau kanal resmi Multi-Moda untuk informasi yang akurat.
Suara.com - Simpang siur informasi mengenai keterlambatan peringatan dini tsunami pasca gempa Magnitudo 7.6 di Pulau Batang Dua, Maluku Utara, memicu reaksi keras dari masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Menanggapi keluhan warga yang merasa informasi datang terlambat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi diseminasi data.
BMKG menegaskan bahwa seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam analisis data gempabumi, pemodelan tsunami, serta diseminasi informasi peringatan dini tsunami telah berjalan sesuai prosedur yang telah ditentukan.
Adapun kronologi penyebarluasan informasi kejadian peringatan dini gempa M7.6 (PD1 hingga PD4) : Berdasarkan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS), informasi peringatan dini telah dikeluarkan dalam empat tahapan (PD) secara presisi:
- Peringatan Dini 1 (PD1): Parameter gempa awal dirilis pada pukul 05:50:59 WIB, atau 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi (di bawah batas standar 3 menit).
- Peringatan Dini 2 (PD2): Pemutakhiran parameter dengan hasil pemodelan tsunami dirilis pada pukul 05:56:21 WIB (8 menit 7 detik setelah gempa).
- Peringatan Dini 3 (PD3): Pemutakhiran berdasarkan observasi Tide Gauge (ketinggian tsunami riil) dirilis tiga kali pada pukul 06:47:42 WIB (59 menit 28 detik), 07:26:14 WIB ( 1 jam 38 menit), 09:33:27 WIB (3 jam 45 menit).
- Peringatan Dini 4 (PD4): Pernyataan pengakhiran peringatan dini tsunami pada pukul 09:56:26 WIB.
Dalam mata rantai kebencanaan, BMKG berada pada peranan upstream (hulu) peringatan dini yang nantinya disampaikan kepada stakeholder penerima pesana (hilir) yaitu Pemerintah Daerah, BPBD, media, dan masyarakat luas melalui seluruh moda komunikasi.
BMKG menekankan bahwa sistem Ina-TEWS dirancang menggunakan strategi Multi-Moda. Artinya, informasi dikirimkan secara serentak melalui berbagai kanal komunikasi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan satu platform media sosial saja sebagai rujukan.
Masyarakat dapat mengakses dan memantau kanal resmi lain Info BMKG sebagai referensi utama.
BMKG tetap berkomitmen memberikan informasi cepat, tepat, dan akurat demi keselamatan masyarakat perlu mengakses seluruh kanal komunikasi InfoBMKG antara lain:
Baca Juga: 7 Video Kepanikan Warga Setelah Gempa Sulut M 7,6: Ada Tsunami hingga Bangunan Rusak
- Aplikasi InfoBMKG (Android & iOS)
- Sistem WRS-NewGen (Warning Receiver System) yang terpasang di kantor BPBD dan stakeholder terkait.
- Saluran resmi Telegram, Instagram, Facebook, dan Whatsapp Channel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan