Tekno / Sains
Kamis, 02 April 2026 | 17:04 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. [BMKG]
Baca 10 detik
  • BMKG tegaskan prosedur peringatan dini tsunami berjalan sesuai standar operasional.
  • Informasi awal (PD1) dirilis 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi.
  • Masyarakat diimbau pantau kanal resmi Multi-Moda untuk informasi yang akurat.

Suara.com - Simpang siur informasi mengenai keterlambatan peringatan dini tsunami pasca gempa Magnitudo 7.6 di Pulau Batang Dua, Maluku Utara, memicu reaksi keras dari masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Menanggapi keluhan warga yang merasa informasi datang terlambat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi diseminasi data.

BMKG menegaskan bahwa seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam analisis data gempabumi, pemodelan tsunami, serta diseminasi informasi peringatan dini tsunami telah berjalan sesuai prosedur yang telah ditentukan.

Adapun kronologi penyebarluasan informasi kejadian peringatan dini gempa M7.6 (PD1 hingga PD4) : Berdasarkan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS), informasi peringatan dini telah dikeluarkan dalam empat tahapan (PD) secara presisi:

  • Peringatan Dini 1 (PD1): Parameter gempa awal dirilis pada pukul 05:50:59 WIB, atau 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi (di bawah batas standar 3 menit).
  • Peringatan Dini 2 (PD2): Pemutakhiran parameter dengan hasil pemodelan tsunami dirilis pada pukul 05:56:21 WIB (8 menit 7 detik setelah gempa).
  • Peringatan Dini 3 (PD3): Pemutakhiran berdasarkan observasi Tide Gauge (ketinggian tsunami riil) dirilis tiga kali pada pukul 06:47:42 WIB (59 menit 28 detik), 07:26:14 WIB ( 1 jam 38 menit), 09:33:27 WIB (3 jam 45 menit).
  • Peringatan Dini 4 (PD4): Pernyataan pengakhiran peringatan dini tsunami pada pukul 09:56:26 WIB.

Dalam mata rantai kebencanaan, BMKG berada pada peranan upstream (hulu) peringatan dini yang nantinya disampaikan kepada stakeholder penerima pesana (hilir) yaitu Pemerintah Daerah, BPBD, media, dan masyarakat luas melalui seluruh moda komunikasi.

BMKG menekankan bahwa sistem Ina-TEWS dirancang menggunakan strategi Multi-Moda. Artinya, informasi dikirimkan secara serentak melalui berbagai kanal komunikasi.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan satu platform media sosial saja sebagai rujukan.

Masyarakat dapat mengakses dan memantau kanal resmi lain Info BMKG sebagai referensi utama.

BMKG tetap berkomitmen memberikan informasi cepat, tepat, dan akurat demi keselamatan masyarakat perlu mengakses seluruh kanal komunikasi InfoBMKG antara lain:

Baca Juga: 7 Video Kepanikan Warga Setelah Gempa Sulut M 7,6: Ada Tsunami hingga Bangunan Rusak

  • Aplikasi InfoBMKG (Android & iOS)
  • Sistem WRS-NewGen (Warning Receiver System) yang terpasang di kantor BPBD dan stakeholder terkait.
  • Saluran resmi Telegram, Instagram, Facebook, dan Whatsapp Channel.

Load More