-
Motorola Edge 70 Fusion segera rilis di Indonesia setelah lolos sertifikasi resmi.
-
Ponsel ini mengusung kamera Sony LYTIA 710 dan chipset Snapdragon terbaru.
-
Harga diperkirakan 4,9 Juta Rupiah, bersaing ketat dengan POCO X8 Pro.
Suara.com - Persaingan HP midrange diyakini semakin menarik pada kuartal kedua 2026. Perangkat bernama komersial sebagai Motorola Edge 70 Fusion bersiap meramaikan pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Kabar kedatangan Motorola Edge 70 Fusion beredar setelah produk ini terdeteksi di lembaga sertifikasi resmi.
Pantauan Suara.com, PT Motorola Mobility Indonesia telah mendaftarkan smartphone misterius dengan nomor model XT2605-4 dan nama kode 'Avenger'.
HP baru itu mengantongi nomor sertifikat '119303/DJID/2026' pada 4 Maret. Sebelumnya, nomor model yang sama juga lolos sertifikasi P3DN Kemenperin dengan nilai TKDN lebih dari 36 persen.
Nomor model XT2605 sendiri terdaftar di database BIS (lembaga sertifikasi India) dan EEC (situs resmi Eropa) sebagai Motorola Edge 70 Fusion.
Cukup menarik, Motorola Edge 70 Fusion sudah debut lebih dulu di India sehingga kita bisa tahu sebagian besar spesifikasinya.
Sebagai pengingat, Motorola Edge 60 Fusion masuk ke Indonesia pada Mei 2026. Berdasarkan siklus tahunan, generasi penerus kemungkinan hadir pada Q2 2026.
Harga Motorola Edge 70 Fusion (8GB/128GB) dibanderol sebesar 26.999 rupee atau Rp4,9 juta.
Itu membuat perangkat bakal bertarung langsung melawan POCO X8 Pro di rentang harga yang sama.
Baca Juga: 3 Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Bersahabat di Pasar Indonesia
Fitur Motorola Edge 70 Fusion
Di balik desainnya yang elegan dengan konsep quad-curve, Motorola Edge 70 Fusion mengandalkan chipset Snapdragon 7s Gen 4 yang kencang namun efisien.
Motorola Edge 70 Fusion versi global kemungkinan membawa SoC yang sedikit lebih rendah.
Namun, yang paling menonjol adalah komitmen Motorola untuk memberikan tiga kali pembaruan OS utama dan lima tahun pembaruan keamanan.
Artinya, ponsel yang meluncur dengan Android 16 ini dijamin akan menerima update hingga Android 19.
Dari segi ketahanan, smartphone cukup tangguh berkat sertifikasi IP68, IP69, dan standar militer MIL-STD-810H.
Berita Terkait
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi Postel Komdigi, Peluncuran Bakal Lebih Cepat
-
HP Midrange Honor Play 80 Pro Debut, Bawa RAM 12 GB dan Baterai Jumbo 7.000 mAh
-
5 HP Terbaru Paling Dicari Periode April 2026: Ada HP Samsung dan POCO Spek Dewa
-
Harga POCO X8 Pro Hanya Rp4 Jutaan di Indonesia, Siap Tantang HP iQOO dan Motorola
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik