Tekno / Tekno
Jum'at, 10 April 2026 | 08:09 WIB
LG ThinQ ON di ajang LG InnaFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • LG Electronics menyesuaikan teknologi perangkat rumah pintar sesuai kondisi iklim dan kebutuhan masyarakat lokal di Indonesia.
  • Perusahaan menerapkan teknologi berbasis AI dan inverter untuk meningkatkan efisiensi energi serta daya tahan produk elektronik.
  • LG menargetkan Indonesia sebagai pasar kunci melalui pengembangan ekosistem rumah pintar berbasis kecerdasan buatan bagi konsumen.

Suara.com - Teknologi yang terus berkembang tetap harus diadaptasi sesuai dengan kebutuhan lokal agar memberikan dampak baik kepada masyarakatnya.

Hal ini menjadi perhatian LG Electronic dalam menerapkan teknologi terbaru di dalam berbagai perangkat rumah pintarnya. LG menekankan pentingnya adaptasi produk sesuai karakteristik pasar lokal.

Di Indonesia, misalnya, kondisi iklim panas dan curah hujan tinggi menjadi faktor penting dalam pengembangan produk.

“Kami menghadirkan solusi seperti berbagai jenis es pada kulkas, termasuk craft ice berbentuk bulat. Selain itu, dispenser air dan es juga dirancang agar bisa digunakan tanpa membuka pintu, sehingga lebih efisien,” jelas Sunghan Kim, VP HS Asia Sales & Marketing Division Lead at LG Electronics dalam ajang LG InnaFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026).

Di sisi lain, konsumen Indonesia dikenal sangat sensitif terhadap konsumsi listrik dan daya tahan produk. 

Dia mengungkapkan bahwa kedua hal tersebut harus berjalan seiring, tanpa pengorbanan salah satunya.

"LG terkenal dengan durability produk dan konsistensinya karena ini adalah bagian dari K-Tech, yang tidak dibangun dalam satu atau dua tapi selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Sunghan Kim melihat, berkat konsistensi dan komitmen ini masyarakat memahami kemampuan dan kekuatan K-Tech. 

Meskipun demikian, di saat yang sama, semakin banyak orang berpikir tentangefisiensi pemanfaatan listrik. 

Baca Juga: Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia

Sunghan Kim, VP, HS Asia Sales & Marketing Division Lead dalam ajang LG InnaFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Dythia]

"Jadi, kami berusaha untuk memberikan penyelesaian yang lebih efisien. Seperti, dengan menghadirkan teknologi AI Features, AI Saving, AI Wash, yang akan memperbaiki konsumsi energi, danperlindungan kain, dengan menggunakan listrik, dan air, dan di saat yang sama lebih efisien," jelasnya.

Dia juga menyampaikan semua itu tidak sekedar hanya AI tapi juga performa dari produk yang dihadirkan.

"Jadi dari K-Tech yang telah kita miliki, yag diterapkan pada teknologi direct drive, teknologi inverter, dan teknologi heat pump, semuanya tergantung bagaimana kitabisa menyimpan lebih banyak energi, agar pengguna dapat lebih banyak manfaat," beber Sunghan Kim.

LG melihat peluang besar dengan edukasi pasar dan pendekatan berbasis manfaat di pasar Indonesia.

“Jika konsumen mulai merasakan manfaatnya, adopsi akan meningkat. Ini yang terjadi di Korea dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

AI Home Ecosystem Jadi Masa Depan

Load More