Tekno / Gadget
Sabtu, 11 April 2026 | 11:33 WIB
Huawei Watch GT Runner 2. [Huawei]
Baca 10 detik
  • Huawei meluncurkan Watch GT Runner 2 di Indonesia pada 15 April 2026 seharga lima juta empat ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.
  • Perangkat ini dilengkapi GPS ultra presisi serta sistem TruSense untuk memantau performa lari dan kesehatan jantung dengan akurasi tinggi.
  • Jam tangan ringan berbahan titanium ini menyertakan fitur pelatih pribadi dan baterai yang bertahan hingga empat belas hari penggunaan normal.

Suara.com - Huawei kembali menggebrak pasar wearable Tanah Air dengan menghadirkan Huawei Watch GT Runner 2.

Smartwatch generasi terbaru ini dikembangkan bersama legenda maraton dunia, Eliud Kipchoge, untuk menghadirkan pengalaman lari yang lebih presisi, cerdas, dan bertenaga.

Mengusung semangat “Now Is Your Run”, perangkat ini dirancang untuk membantu pelari meningkatkan performa secara menyeluruh, mulai dari latihan hingga hari perlombaan.

GPS Ultra Presisi dan Akurasi Tinggi

Salah satu keunggulan utama smartwatch ini terletak pada teknologi GPS canggih yang diklaim meningkat hingga 50 persen berkat arsitektur antena terbaru.

Selain itu, dukungan algoritma pintar memungkinkan pengguna melacak rute, jarak, dan kecepatan secara lebih detail, sehingga analisis latihan menjadi lebih optimal.

Tak hanya itu, sistem Huawei TruSense yang dipadukan dengan AI mampu menghadirkan akurasi detak jantung hingga 98 persen.

Fitur Marathon Pintar, Jadi Pelatih di Pergelangan Tangan

Huawei Watch GT Runner 2 juga menghadirkan fitur unggulan berupa Intelligent Marathon Mode, yang berfungsi layaknya pelatih pribadi.

Baca Juga: Daftar Harga HP dan Tablet Huawei April 2026 untuk Pilihan Gadget Flagship

Kolaborasi legenda maraton dunia, Eliud Kipchoge dengan Huawei Watch GT Runner 2. [Huawei]

Pengguna dapat menentukan target lomba, mengikuti program latihan bertahap, hingga mendapatkan rekomendasi real-time saat berlari. Bahkan, smartwatch ini mampu mendeteksi kelelahan dan memberikan saran untuk mencegah cedera.

Kolaborasi Huawei dengan Beijing Sport University juga menghadirkan fitur pengukuran lactate threshold otomatis tanpa alat tambahan.

Desain Premium Ringan dan Baterai Tahan Lama

Dari sisi desain, smartwatch ini tampil premium dengan bodi logam ringan hanya 43,5 gram. Material titanium dan kaca Kunlun Glass membuatnya tangguh untuk berbagai kondisi ekstrem.

Untuk daya tahan, perangkat ini dibekali baterai yang mampu bertahan hingga 32 jam dengan GPS aktif atau hingga 14 hari untuk penggunaan normal.

Fitur Kesehatan Lengkap dan Kompatibilitas Luas

Load More