-
Komet langka Pan-STARRS akan melintasi langit Indonesia pada April 2026.
-
Fenomena komet ini hanya terjadi sekali dalam 170 ribu tahun sejarah.
-
Waktu terbaik pengamatan adalah setelah matahari terbenam di arah ufuk barat.
2. Gunakan Binokular atau Teleskop
Sangat disarankan menggunakan binokular (teropong) ukuran 10x50. Alat ini akan membantu Anda menangkap detail ekor komet dan warna kehijauannya dengan lebih dramatis.
3. Manfaatkan Teknologi
Jangan bingung mencari rasi bintang secara manual. Gunakan aplikasi astronomi seperti Stellarium atau Star Walk di smartphone Anda untuk melacak posisi persis komet secara real-time.
4. Pantau Fase Bulan
Pengamatan terbaik biasanya terjadi saat langit benar-benar gelap, yaitu saat menjelang fase Bulan Baru karena cahaya bulan tidak akan menenggelamkan cahaya komet yang halus.
Momen Langka yang Jangan Sampai Terlewat
Kemunculan komet C/2025 R3 (Pan-STARRS) ini adalah kesempatan sekali seumur hidup atau bahkan sekali dalam ratusan ribu tahun sejarah manusia.
Titik terdekatnya dengan Bumi diperkirakan terjadi pada 27 April 2026, yang diprediksi menjadi momen paling terang komet tersebut.
Baca Juga: Daftar Harga Mesin Cuci 1 Tabung Samsung Bukaan Atas untuk Ibu Rumah Tangga Modern
Jadi, siapkan kamera dan teropong Anda dari sekarang untuk melihat komet langka tersebut.
Berita Terkait
-
9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Remaja, Wajah Bersih Bebas Jerawat
-
5 Sabun Cuci Muka Glad2Glow untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon Hingga Parade Planet
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil