- Oppo mengintegrasikan unit bisnis Realme dan OnePlus untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.
- Tim riset, pemasaran, dan layanan purna jual akan digabungkan di bawah Oppo.
- Kedua merek tetap mempertahankan identitas produk masing-masing di pasar global.
Suara.com - Industri smartphone kemungkinan bakal lebih ramping dalam beberapa waktu ke depan. Informan populer Digital Chat Station (DCS) mengonfirmasikan bahwa Realme akan segera bergabung dengan OnePlus.
Ini berarti Realme dan OnePlus bakal bersatu dalam sebuah wadah tertentu.
Mereka kabarnya bergabung di bawah satu unit bisnis baru yang dikelola oleh induk perusahaan mereka, Oppo.
Sebagai informasi, raksasa teknologi BBK Electronics mempunyai banyak merek yaitu Oppo, Vivo, Realme, OnePlus, dan iQOO.
DCS membocorkan bahwa OnePlus dan Realme bergabung dalam rangka efisiensi perusahaan terkait pengembangan produk hingga pengoptimalan sumber daya.
Meski begitu, ini masih sekadar bocoran mengingat perusahaan belum memberikan pernyataan resmi.
Namun bocoran dari DCS serta sumber industri dari petinggi perusahaan mengatakan bahwa penggabungan Realme dan OnePlus akan efektif dalam waktu dekat.
Langkah Strategis Penggabungan Realme dan OnePlus
Langkah strategis penggabungan Realme dan OnePlus di bawah Oppo menandai pergeseran besar dalam cara ketiga merek tersebut akan beroperasi ke depan.
Baca Juga: 5 Pilihan HP Realme Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Jangka Panjang
Itu lantas memicu banyak pertanyaan di kalangan penggemar dan analis.
Menurut sumber industri, restrukturisasi ini menciptakan apa yang disebut "unit bisnis sub-seri" yang dipimpin oleh CEO Realme, Sky Li.
Secara praktis, ini berarti tim riset dan pengembangan (R&D), strategi produk, pemasaran, hingga layanan purna jual dari OnePlus dan Realme akan digabungkan.
Mengutip GSMArena dan AndroidCentral, bukti integrasi bahkan sudah terlihat, di mana tim Realme telah pindah ke kantor pusat Oppo.
Tak hanya itu, layanan perbaikan mereka kini ditangani oleh jaringan Oppo sejak 1 April lalu.
Informan ternama, Digital Chat Station, mengungkapkan bahwa "sebuah pusat produk telah didirikan, yang mencakup departemen produk domestik dan luar negeri."
Berita Terkait
-
5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
-
6 Rekomendasi HP Flagship Killer Paling Worth It 2026: Ngebut Tanpa Mahal
-
Oppo Find X9 Ultra Hadir dengan 10x Optical Zoom dan Kamera 200MP, Foto Super Detail Jadi Andalan
-
Meningkat Tajam, Oppo Find X10 Bakal Usung Layar Refresh Rate Tinggi dan Chip Anyar
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia