- Arietid puncak terjadi pada 10 Juni 2026, terbaik diamati sebelum matahari terbit.
- Waktu ideal pengamatan sekitar pukul 04.30 hingga 05.30 WIB.
- Arahkan pandangan ke timur dari lokasi minim polusi cahaya.
Suara.com - Hujan meteor Arietid mencapai puncaknya pada 10 Juni 2026. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling aktif di dunia, tetapi juga termasuk yang paling sulit diamati karena sebagian besar meteornya muncul saat siang hari. Lalu, jam berapa waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Arietid pada 10 Juni 2026?
Menurut EarthSky, hujan meteor Arietid aktif sejak 22 Mei hingga 3 Juli 2026 dan diperkirakan mencapai puncak pada pagi hari 10 Juni 2026.
Meski disebut hujan meteor siang hari (daytime meteor shower), sebagian meteor masih dapat terlihat sesaat sebelum Matahari terbit.
Jam Berapa Hujan Meteor Arietid Bisa Dilihat?
Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Arietid adalah sekitar satu jam sebelum matahari terbit, atau saat langit masih gelap menjelang fajar. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Pulau Jawa, periode idealnya berada di kisaran pukul 04.30 hingga 05.30 WIB.
EarthSky menjelaskan bahwa pengamat perlu memanfaatkan "dark hour before dawn" atau satu jam terakhir sebelum fajar karena pada waktu itulah titik radian Arietid mulai muncul di atas horizon timur sementara cahaya Matahari belum mendominasi langit.
Dalam panduan pengamatannya, EarthSky menulis bahwa pengamat sebaiknya mengarahkan pandangan ke arah timur dan mencari meteor yang tampak melesat menjauh dari titik radian di sekitar rasi Aries.
Mengapa Arietid Sulit Dilihat?
Berbeda dengan Perseid atau Geminid yang dapat diamati pada malam hari, Arietid merupakan hujan meteor yang puncak aktivitasnya terjadi ketika Matahari sudah berada di atas cakrawala.
Baca Juga: Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop
EarthSky menyebut Arietid sebagai "the most active daytime meteor shower" atau hujan meteor siang hari paling aktif. Namun karena langit sudah terang saat sebagian besar meteor muncul, pengamatan visual menjadi sangat terbatas.
Meski demikian, beberapa meteor terang yang dikenal sebagai earthgrazer masih berpeluang terlihat sesaat sebelum fajar. Meteor jenis ini tampak melintas panjang dan rendah di dekat horizon timur.
Data radar menunjukkan Arietid termasuk hujan meteor yang sangat aktif. EarthSky mencatat laju aktivitasnya dapat mencapai sekitar 60 meteor per jam, bahkan beberapa pengamatan radar memperkirakan jumlahnya bisa mendekati 200 meteor per jam pada kondisi tertentu.
Namun angka tersebut merupakan hasil deteksi instrumen, bukan jumlah meteor yang dapat dilihat langsung oleh mata manusia.
Karena sebagian besar aktivitas terjadi saat siang hari, jumlah meteor yang benar-benar terlihat oleh pengamat biasanya jauh lebih sedikit.
Tips Mengamati Hujan Meteor Arietid
Agar peluang melihat meteor lebih besar, pengamat disarankan mencari lokasi dengan horizon timur yang terbuka dan minim polusi cahaya. Selain itu, hindari lampu terang dan beri waktu sekitar 20–30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.
Pada puncak Arietid tahun ini, cahaya Bulan sabit yang cukup terang juga dapat mengganggu pengamatan. Karena itu, EarthSky menyarankan memilih posisi yang terlindung dari cahaya Bulan atau menggunakan objek di sekitar untuk menghalangi sinarnya.
Jadi, jika ingin menyaksikan hujan meteor Arietid 10 Juni 2026, pasang alarm lebih awal. Waktu terbaik untuk berburu meteor ini adalah sekitar pukul 04.30–05.30 WIB, tepat sebelum Matahari terbit dan langit mulai terang.
Berita Terkait
-
Jerry Yan Bawa Kalung Meteor Garden di Konser FForever, Kenang Mendiang Barbie Hsu
-
Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden
-
Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'
-
Goda Vic Zhou Lepas Jaket di Panggung, Vanness Wu Bikin Penonton Konser F4 Histeris!
-
Demi Jerry Yan Cs, 13 Fans F4 Niat Jahit Aksesoris Baju Sebulan sebelum Konser FForever
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda