Tekno / Gadget
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:12 WIB
Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70. (Suara.com/ Rezza Rachmanta)
Baca 10 detik
  • Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70 bersaing ketat di pasar Indonesia.

  • Samsung Galaxy A17 4G unggul pada sektor layar AMOLED dan kamera OIS.

  • Infinix Hot 70 menawarkan baterai jumbo 6000 mAh dan performa gaming mumpuni.

Bodinya berdimensi 167,92 x 79,12 x 7,49 mm dengan bobot 195 gram, sedikit lebih besar dan berat dibanding Galaxy A17 4G.

Modul kamera perangkat disebut Crystal Mood Island, dilengkapi lampu notifikasi Active Halo Lighting, plus ada varian Thermo Orange yang bisa berubah warna sesuai suhu sekitar.

Buat anak muda yang suka tampil beda, desain Hot 70 jelas lebih playful. Untuk layar, ini jadi salah satu titik krusial.

Galaxy A17 4G mengusung panel Super AMOLED 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate 90Hz.

Kualitas warna, kontras, dan ketajamannya jelas lebih unggul karena teknologi AMOLED memang dikenal punya warna lebih hidup dan hitam lebih pekat.

Sementara itu, Infinix Hot 70 memakai panel IPS LCD 6,78 inci dengan resolusi HD+ saja, namun dibekali refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz.

Artinya, scrolling medsos dan gaming ringan akan terasa lebih mulus di Hot 70, tapi dari sisi ketajaman dan kualitas warna, Galaxy A17 4G masih lebih unggul berkat panel AMOLED dan resolusi FHD+.

Performa Chipset

Ini adalah duel yang menarik karena kedua chipset ini sebenarnya berasal dari "keluarga" yang sama.

Baca Juga: Privasi Terancam Saat Ponsel Diservis? Begini Cara Mengaktifkan Repair State di iPhone

MediaTek Helio G100 Ultimate yang digunakan Infinix Hot 70 merupakan evolusi dari Helio G99 yang dipakai Samsung Galaxy A17 4G.

Keduanya sama-sama dibangun dengan fabrikasi 6nm, konfigurasi CPU octa-core (2x Cortex-A76 2,2GHz + 6x Cortex-A55 2,0GHz), dan GPU Mali-G57 MC2 yang identik.

Perbedaannya lebih terasa di optimasi software dan tuning clock speed, sehingga Helio G100 Ultimate biasanya unggul tipis dalam beberapa skenario benchmark dan manajemen daya.

Dari sisi skor AnTuTu, Helio G100 Ultimate di Infinix Hot 70 diklaim mencapai sekitar 435.000 poin (AnTuTu v11), sementara Helio G99 di Galaxy A17 4G berada di kisaran 380.000 poin (AnTuTu v10).

Namun perlu diingat, AnTuTu v10 dan v11 punya bobot skoring yang berbeda, jadi perbandingan angka mentah ini sebaiknya dipakai sebagai gambaran kasar saja, bukan patokan mutlak.

Secara praktik, kedua chipset ini sama-sama nyaman untuk kebutuhan harian: media sosial, streaming video, multitasking ringan, dan game-game populer di setting grafis menengah seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile setting rendah-sedang.

Soal RAM, Galaxy A17 4G menawarkan RAM Plus hingga tambahan 8GB, sedangkan Hot 70 punya fitur ekspansi RAM dinamis dengan besaran yang sama.

Kamera

Buat kamu yang aktif bikin konten di media sosial, sektor kamera jadi pertimbangan penting.

Samsung Galaxy A17 4G membawa konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 50MP (f/1.8) yang sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization), kamera ultrawide 5MP, dan kamera makro 2MP.

Adanya OIS ini membuat hasil foto dan video lebih stabil dan minim blur, terutama saat kondisi tangan tidak stabil atau pencahayaan kurang ideal. Kamera depannya juga lebih besar, yaitu 13MP, cukup nyaman untuk selfie dan video call.

Infinix Hot 70 hanya mengandalkan kamera utama 50MP (f/1.85) dengan autofocus tanpa OIS, ditambah kamera sekunder yang spesifikasinya belum dirinci resmi. Kamera depannya pun lebih kecil, hanya 8MP.

Dari segi konfigurasi di atas kertas, Galaxy A17 4G terlihat lebih lengkap dan unggul untuk kebutuhan fotografi dan dokumentasi konten, terutama berkat kombinasi OIS dan kamera ultrawide yang tidak dimiliki Hot 70.

Meski begitu, Infinix Hot 70 tetap mendukung perekaman video hingga resolusi 2K 30fps, jadi tetap memadai untuk kebutuhan konten media sosial sehari-hari, hanya saja belum sefleksibel Galaxy A17 4G untuk variasi angle foto.

Baterai dan Charging

Kelebihan dan kekurangan Infinix Hot 70. (Infinix)

Di sektor ini, Infinix Hot 70 unggul cukup signifikan. Baterainya berkapasitas 6.000 mAh, lebih besar 1.000 mAh dibanding Galaxy A17 4G yang "hanya" 5.000 mAh. Hot 70 juga didukung fast charging 45W, jauh lebih cepat dibanding 25W milik Galaxy A17 4G.

Bonusnya, Hot 70 juga punya fitur reverse charging 10W, jadi bisa dipakai sebagai power bank darurat untuk perangkat lain seperti earphone TWS atau smartwatch.

Buat kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari tanpa sempat charging, kombinasi baterai jumbo dan fast charging cepat dari Hot 70 jelas jadi nilai tambah besar.

Di sisi lain, Galaxy A17 4G dengan baterai 5.000 mAh dan charging 25W tetap memadai untuk pemakaian normal harian, namun waktu pengisian dayanya akan terasa lebih lama dibanding Hot 70.

Software

Untuk urusan software, Samsung Galaxy A17 4G punya keunggulan telak. HP ini menjalankan Android 15 dengan One UI 7, dan dijamin mendapat update hingga 6 generasi Android serta patch keamanan dalam jangka waktu yang sama. Ini artinya, Galaxy A17 4G berpotensi tetap mendapat update software hingga beberapa tahun ke depan, jauh melampaui rata-rata HP di kelas harga sejenis.

Infinix Hot 70 menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16 yang lebih segar, lengkap dengan fitur AI seperti Folax (asisten pribadi mirip Gemini) dan AI FlashMemo. Namun, jaminan update-nya "hanya" 3 kali upgrade OS dan 5 tahun patch keamanan.

Kesimpulan

Pilih Samsung Galaxy A17 4G kalau kamu mengutamakan kualitas layar AMOLED, kamera dengan OIS untuk konten yang lebih stabil, dan jaminan update software jangka panjang.

HP ini cocok buat pelajar, mahasiswa, atau pekerja kantoran yang ingin HP "aman" dipakai lama tanpa banyak drama software.

Kalian bisa membeli Infinix Hot 70 kalau butuh baterai super awet untuk aktivitas seharian penuh, suka layar dengan refresh rate tinggi untuk scrolling dan gaming yang mulus, serta menginginkan performa chipset sedikit lebih kencang dengan harga lebih miring.

Load More