News / Nasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto (setneg.go.id)
Baca 10 detik
  • Lembaga survei SMRC merilis hasil elektabilitas calon presiden nasional periode November 2025 hingga Juli 2026.
  • Elektabilitas petahana Prabowo Subianto turun drastis dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menduduki posisi pertama dengan kenaikan elektabilitas mencapai 35 persen.

Suara.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil tren elektabilitas atau pilihan presiden dalam simulasi semi terbuka untuk periode November 2025 hingga Juli 2026.

Hasil survei tersebut menunjukkan pergeseran dukungan pemilih yang cukup signifikan di papan atas calon presiden.

Berdasarkan data grafis yang dirilis, nama Presiden RI Prabowo Subianto sebagai petahana mengalami penurunan elektabilitas yang cukup drastis dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan tren kenaikan yang tajam hingga berhasil menduduki posisi pertama.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyampaikan, bahwa dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34,9 persen di survei November 2026 menjadi 14,5 persen di survei Juli 2026.

Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen.

"Dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34.9% di survei November 2026 menjadi 14.5% di survei Juli 2026. Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19.7% menjadi 35%," kata Deni dikutip dalam siaran pers resmi SMRC, Rabu (29/7/2026).

Selain dua nama tersebut, survei ini juga memotret pergerakan calon lainnya:

Anies Baswedan: Sempat naik dari 6.1% (Nov 2025) menjadi 10.8% (Feb-Mar 2026), namun menurun ke angka 8.2% pada Juli 2026.

Baca Juga: Kejutan Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Tidak Akan Terpilih Lagi

Gibran Rakabuming Raka: Menunjukkan tren kenaikan perlahan tapi stabil, mulai dari 5.1% (Nov 2025) naik menjadi 6.8% (Feb-Mar 2026), dan terakhir berada di angka 7.7% pada Juli 2026.

Massa Mengambang (Tidak Tahu/Tidak Jawab): Kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan mengalami penurunan dari 17.3% pada November 2025 menjadi 12.8% pada Juli 2026.

Untuk diketahui, hasil survei nasional SMRC ini dilakukan pada periode 5-19 Juli 2026. Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih.

Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).

Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Load More