- Qualcomm resmi meluncurkan chipset Snapdragon Reality Elite untuk perangkat kacamata pintar.
- Snapdragon Reality Elite menawarkan performa grafis lebih tinggi dan suhu lebih dingin.
- Perangkat komputasi spasial bertenaga Snapdragon Reality Elite siap meluncur akhir 2026.
Suara.com - Beberapa kacamata pintar serta headset VR banyak meluncur dalam dua tahun terakhir. Qualcomm kini mengenalkan Snapdragon Reality Elite, chipset yang ditujukan untuk 'kacamata pintar'.
Perusahaan mengungkap beberapa keunggulan termasuk peningkatan CPU, tampilan tembus 4K, hingga dukungan AI generatif.
Chipset flagship untuk ranah Extended Reality (XR) ini bukan sekadar peningkatan kecil, melainkan lompatan besar menuju masa depan komputasi spasial.
Dibandingkan generasi pendahulu, Snapdragon XR2+ Gen 2, platform baru ini menjanjikan performa GPU 60 persen lebih tinggi, peningkatan performa CPU hingga 30 persen, dan performa NPU hingga 160 persen lebih tinggi.
Itu adalah kabar gembira bagi gamer yang mendambakan perangkat wearable ringan namun tetap bertenaga.
Satu masalah klasik yang sering ditemui pada perangkat XR adalah suhu panas yang mengganggu kenyamanan saat dipakai lama.
Qualcomm menjawab tantangan ini dengan efisiensi luar biasa, di mana Snapdragon Reality Elite mampu beroperasi hingga 12 derajat Celcius lebih dingin saat beban kerja tinggi.
Ditambah lagi, daya tahan baterai meningkat hingga 20 persen, memungkinkan penggunaan sepanjang hari untuk menunjang produktivitas maupun hiburan.
Secara visual, chipset ini mendukung resolusi hingga 4,4K per mata pada 90 Hz, lengkap dengan fitur ray tracing perangkat keras dan kualitas video see-through (VST) yang jauh lebih jernih untuk memadukan konten digital dengan dunia nyata secara mulus.
Baca Juga: HP Flagship Harga Miring, Redmi K100 Siap Usung Layar 185 Hz dan Chip Kelas Atas
Mengutip Engadget, kekuatan utama chip ini terletak pada NPU Hexagon yang kini memberikan 48 TOPS.
Dengan peningkatan sebesar 160 persen, perangkat kini mampu menjalankan model LLM dan model visi secara langsung di perangkat tanpa ketergantungan penuh pada cloud.
Itu mampu menghasilkan agen AI yang lebih responsif, avatar fotorealistik, serta kesadaran kontekstual waktu nyata yang diklaim jauh lebih akurat.
Selain itu, blok Engine for Visual Analytics (EVA) menyediakan akselerasi perangkat keras untuk beban kerja visi komputer yang berat.
Teknologi anyar memastikan pelacakan tangan dan kepala menjadi jauh lebih presisi dengan latensi rendah.
Tak hanya menyasar perangkat kelas atas seperti Project Aura dari XREAL, Qualcomm juga meluncurkan program Snapdragon START (Scalable Turnkey AI-Ready Toolkit).
Inisiatif ini dirancang untuk mempermudah berbagai merek, termasuk produsen kacamata di China dan global, untuk meluncurkan kacamata pintar bertenaga AI dengan lebih cepat.
Dengan ekosistem Android XR yang terus berkembang, Snapdragon Reality Elite siap membawa komputasi spasial ke arus utama.
Perangkat pertama berbasis platform ini diperkirakan akan mulai menyapa pasar pada akhir tahun 2026.
Berita Terkait
-
Pre-Order Redmi K90 Ultra Dibuka, HP Gaming dengan Kipas Pendingin
-
Qualcomm Snapdragon X2 Elite atau Nvidia RTX Spark, Mana Chip ARM Terbaik untuk Laptop?
-
Acer GI0 Resmi Hadir, Kacamata Pintar AI dengan Kamera 12 MP dan Penerjemah Real-Time
-
Oppo Reno 16 Global Usung Snapdragon dan Aksesori Bubble, Bersiap ke Indonesia
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
-
Wincos Beberkan Rahasia Kabin Mobil Tetap Dingin di Tengah Cuaca Terik dengan Kaca Film
-
Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras
-
Tren Office Shoes Masa Kini: Ketika Kenyamanan Jadi Prioritas Pekerja Urban
-
Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai
-
Bebas dari Kesepian, 3 Shio Ini Diprediksi Hoki dan Bersinar Sepanjang 3-9 Agustus 2026
-
Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo
-
Kisah Inspiratif Dr. Timothy Astandu, Tuntas Jelajahi 197 Negara Berdaulat di Dunia