Tekno / Tekno
Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:09 WIB
Team Garmin dalam ajang Hybrid Race Jakarta 2026. [Garmin]
Baca 10 detik
  • Team Garmin meraih 19 podium dan empat tiket kualifikasi kejuaraan dunia dalam ajang Hybrid Race Jakarta 2026.
  • Keberhasilan atlet didorong oleh kombinasi latihan intensif serta pemanfaatan data teknologi wearable untuk memantau kondisi tubuh.
  • Garmin Indonesia berkomitmen mengembangkan ekosistem hybrid racing melalui program pembinaan atlet dan kolaborasi dengan berbagai komunitas olahraga.

Suara.com - Di tengah semakin berkembangnya olahraga hybrid racing, latihan keras saja kini dinilai tidak lagi cukup untuk menghasilkan performa terbaik.

Atlet modern mulai mengandalkan analisis data, pemantauan kondisi tubuh secara real-time, hingga strategi latihan yang lebih presisi agar mampu bersaing di level tertinggi.

Tren tersebut terlihat dalam ajang Hybrid Race Jakarta 2026, ketika Team Garmin sukses mencatatkan prestasi dengan meraih 19 podium, sekaligus mengamankan empat tiket World Championship Qualifiers dalam kompetisi yang digelar pada 27–28 Juni 2026 di NICE, Jakarta.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi bukti performa atlet, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi wearable dan latihan berbasis data mulai memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing atlet hybrid racing.

Garmin Indonesia menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil strategi pembinaan yang menggabungkan perekrutan atlet elite ke dalam Team Garmin, kolaborasi dengan Hystoric Elite Hybrid Race & Community, serta pengembangan talenta melalui program Built For Podium bersama Recharge Functional Training.

Selama dua hari perlombaan, Team Garmin tampil di berbagai kategori, mulai dari Women Pro, Men Pro, Doubles Pro, hingga kategori Open dan Relay. Dari total 19 podium yang diraih, delapan di antaranya merupakan posisi juara pertama.

Sejumlah atlet yang menyumbang prestasi antara lain Gladys Fabiola dengan tiga podium, Carla Piscoso yang juga meraih tiga podium, Chris Erlando, Matisse Manin, Johnny Tieu, hingga beberapa atlet lainnya yang sukses naik podium di berbagai kelas kompetisi.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendekatan latihan yang konsisten dan berbasis data mampu memberikan dampak nyata terhadap performa atlet, baik pada nomor individu maupun beregu.

Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, mengatakan pencapaian Team Garmin bukan hanya hasil dari latihan intensif, tetapi juga berasal dari pemanfaatan data untuk memahami kondisi tubuh secara lebih akurat.

Baca Juga: Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

"Pencapaian Team Garmin di Hybrid Race Jakarta 2026 menunjukkan bahwa performa terbaik tidak hanya dibangun dari latihan keras, tetapi juga dari pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi tubuh dan progres Latihan," ujar Chandrawidhi dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, Garmin ingin terus menjadi bagian dari perjalanan para atlet, baik mereka yang sudah berada di level elite maupun talenta baru yang sedang dibangun untuk naik podium.

Teknologi Wearable Jadi Senjata Baru Atlet

Hybrid racing menjadi salah satu cabang olahraga yang membutuhkan kombinasi kekuatan, daya tahan, kecepatan, hingga kemampuan mengatur ritme sepanjang perlombaan.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan membaca data latihan menjadi faktor penting untuk menentukan strategi yang tepat.

Garmin memanfaatkan ekosistem perangkat wearable miliknya untuk membantu atlet memantau kesiapan tubuh, intensitas latihan, kualitas pemulihan, hingga perkembangan performa secara lebih terukur.

Load More