Tekno / Internet
Kamis, 30 Juli 2026 | 08:04 WIB
Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo. [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal kedua tahun 2026.
  • Sektor Fintech GoPay resmi menjadi kontributor profitabilitas utama perusahaan untuk pertama kalinya dalam sejarah.
  • Manajemen GoTo mempertahankan target EBITDA Grup disesuaikan sekitar Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun sepanjang tahun.

Hans Patuwo menjelaskan bahwa adaptasi teknologi dan fokus pada segmen pengguna loyal menjadi kunci.

Ilustrasi gojek (Gojek.com)

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” jelasnya.

Strategi Gojek kini bergeser lebih tajam, yakni mengincar pelanggan affluent (menengah ke atas) yang memiliki tingkat pengeluaran tinggi, yang tumbuh 21 persen di tahun ini, sembari tetap menyediakan produk mass market yang efisien bagi mitra driver.

Secara keseluruhan, GoTo Q2-2026 bukan lagi sekadar cerita tentang pertumbuhan pengguna, melainkan tentang kematangan teknologi finansial.

Pendapatan bersih yang naik 31 persen menjadi Rp5,7 triliun dan jumlah pengguna bertransaksi (ATU) mencapai 71 juta orang, GoTo telah bertransformasi dari sekadar penyedia layanan transportasi menjadi mesin inovasi finansial yang tangguh.

Load More