- Pengiriman SoC smartphone global anjlok 15 persen pada semester pertama 2026 akibat lonjakan harga memori ekstrem.
- Apple dan UNISOC bertumbuh di tengah krisis, sementara Qualcomm serta MediaTek mengalami penurunan pengiriman yang signifikan.
- Counterpoint Research memprediksi total pengiriman SoC global turun 14 persen sepanjang tahun 2026 akibat krisis memori.
Suara.com - Industri smartphone global tengah menghadapi titik balik yang menyakitkan. Selama bertahun-tahun, inovasi System-on-Chip (SoC) menjadi penggerak utama pasar, namun kini efisiensi teknis saja tidak lagi cukup untuk melawan anomali ekonomi.
Masalah utama bukan terletak pada desain silikon, melainkan pada lonjakan harga memori yang meroket hingga lebih dari 300 persen (YoY) pada kuartal kedua 2026.
Tekanan biaya produksi (Bill of Materials) yang ekstrem ini memaksa para produsen (OEM) untuk lebih berhati-hati dalam mengelola persediaan, sementara konsumen mulai menahan diri dengan siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.
Laporan terbaru dari Counterpoint Research, Global Smartphone SoC Shipments Preliminary View, mengungkapkan fakta mengejutkan, dimana pengiriman SoC smartphone global anjlok 15 persen (YoY) pada semester pertama 2026.
Di balik angka tersebut, terjadi pergeseran peta kekuatan yang masif di mana dua raksasa pasar, Qualcomm dan MediaTek, harus rela melihat pengiriman mereka merosot lebih dari 25 persen.
Pergeseran Dominasi: Apple dan Samsung Ambil Alih Kendali
Di tengah badai ini, Apple dan Samsung justru mencatatkan performa yang kontras. Keberhasilan seri iPhone 17 memberikan momentum besar bagi Apple untuk memperluas pangsa pasarnya. Sementara itu, Samsung menunjukkan kemandirian teknologi yang lebih kuat melalui integrasi vertikal.
Analis Senior Counterpoint, Shivani Parashar, menjelaskan dinamika persaingan yang semakin tajam di segmen premium.
“Pangsa pasar Apple meningkat sebesar 4 persen pada semester pertama 2026, didorong oleh kinerja seri iPhone 17 yang mengesankan," ungkap Parashar di situs resmi Counterpoint Research, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Mengintip Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8, Lengkap dengan Harganya
Menurutnya, Qualcomm dan MediaTek, di sisi lain, kehilangan pangsa pasar.
"Segmen premium Qualcomm mengalami pertumbuhan terbatas karena seri Samsung Galaxy S26 mulai mengadopsi Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Exynos 2600 milik Samsung sendiri secara berdampingan, berbeda dari pendahulunya yang sepenuhnya mengandalkan silikon Qualcomm,” jelad dia.
Inovasi GenAI: Satu-satunya Titik Terang di Tengah Krisis
Meskipun pasar secara keseluruhan menyusut, ada satu segmen teknologi yang justru menolak tunduk pada tren penurunan: GenAI SoC. Pengiriman chipset yang dirancang khusus untuk kecerdasan buatan generatif ini tumbuh sebesar 24 persen (YoY).
Hal ini menunjukkan bahwa inovasi pada level arsitektur AI menjadi faktor pembeda (DPP) yang paling dicari konsumen di kelas menengah-atas hingga flagship.
MediaTek, meski mengalami penurunan di kelas bawah akibat krisis memori, tetap mampu menjaga relevansinya di segmen atas. Seri premium Dimensity 9500 mereka sukses memenangkan desain pada perangkat-perangkat kunci dari vivo, OPPO, hingga sub-brand seperti Pocophone dan Redmi.
Berita Terkait
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
-
Samsung Ungkap Teknologi Flex Titanium, Terobosan Baru yang Bikin Layar Foldable Lebih Kuat
-
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Invisible Cost Perempuan: Wajah Lain Ketimpangan Gender dalam Ekonomi
-
Mau Belanja Makin Praktis? Ini Deretan Motor Listrik Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga
-
386 Hektare Lahan Sawah di Aceh Jaya Alami Kekeringan
-
Apple dan Samsung Menguat Saat Qualcomm-MediaTek Tertekan Krisis Memori
-
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kini Berlaku Sistem Buka-Tutup
-
Promo Belanja Lipstik di Guardian dari BRI, Cek Syaratnya!
-
5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix