Tekno / Gadget
Kamis, 30 Juli 2026 | 13:56 WIB
Ilustrasi Apple dan Samsung. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pengiriman SoC smartphone global anjlok 15 persen pada semester pertama 2026 akibat lonjakan harga memori ekstrem.
  • Apple dan UNISOC bertumbuh di tengah krisis, sementara Qualcomm serta MediaTek mengalami penurunan pengiriman yang signifikan.
  • Counterpoint Research memprediksi total pengiriman SoC global turun 14 persen sepanjang tahun 2026 akibat krisis memori.

Strategi Bertahan: UNISOC dan Fenomena 'Down-Scaling'

Pangsa Pengiriman SoC Smartphone Global Berdasarkan Vendor Semester I/2026. [Counterpoint Research]

Di sisi lain, UNISOC muncul sebagai pemenang tak terduga di tengah krisis biaya produksi. Banyak vendor smartphone beralih ke platform 4G milik UNISOC untuk menekan harga jual perangkat agar tetap terjangkau oleh pasar entry-level.

“Banyak model smartphone kelas bawah beralih ke platform 4G UNISOC dalam upaya mengurangi biaya BoM (Bill of Materials), membantu UNISOC mencapai pertumbuhan di semester pertama tahun 2026. Selain itu, UNISOC membuat kemajuan signifikan dalam adopsi 5G melalui kemitraan dengan Pocophone dan Redmi,” tambah Parashar.

Prospek Suram Hingga 2027: Memori Jadi Penentu Nasib

Ketergantungan industri terhadap ketersediaan memori kini menjadi risiko sistemik. Analis Utama Counterpoint, Soumen Mandal, memperingatkan bahwa pemulihan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Biaya memori kini secara resmi telah melampaui biaya SoC di semua segmen harga, sebuah anomali yang jarang terjadi dalam sejarah perangkat keras mobile.

“Pengiriman SoC smartphone global diperkirakan akan menurun sebesar 14 persen secara total pada tahun 2026. Kami tidak memperkirakan pasokan memori akan normal kembali sebelum semester kedua tahun 2027, yang berarti industri smartphone dapat mengalami tahun yang sulit lagi pada tahun 2027,” tegas Mandal.

Load More