Tekno / Sains
Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:02 WIB
Fenomena gerhana matahari total di kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3).
Baca 10 detik
  • Kementerian Komdigi memastikan informasi tentang Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 adalah berita bohong.
  • NASA menyatakan Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Bumi utara.
  • Indonesia dipastikan tidak berada di jalur lintasan sehingga tidak dapat menyaksikan fenomena astronomi tersebut.

Suara.com - Belakangan ini beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa 2 Agustus 2026 akan terjadi Gerhana Matahari Total. Klaim tersebut membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya apakah fenomena langit yang langka itu benar-benar akan terjadi.

Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengklarifikasi bahwa narasi tersebut merupakan hoaks.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga seluruh permukaan terang Matahari tertutup oleh Bulan.

Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada tepat di jalur bayangan inti Bulan (umbra). Di luar jalur tersebut, masyarakat umumnya hanya dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian.

Karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara sangat presisi, Gerhana Matahari Total termasuk fenomena astronomi yang relatif jarang terjadi di lokasi yang sama.

Lantas, kapan sebenarnya Gerhana Matahari Total berikutnya akan terjadi? Berikut penjelasannya.

Benarkah 2 Agustus 2026 Terjadi Gerhana Matahari Total?

Berdasarkan klarifikasi yang dimuat di situs resmi Komdigi, kabar mengenai Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 merupakan informasi yang keliru.

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin di Antartika. (Pixabay AlKalenski, Fiske Planetarium, Google AI)

Komdigi mengutip penjelasan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, yang menyatakan bahwa gerhana matahari total yang ramai dibagikan di media sosial sebenarnya bukan terjadi pada 2026, melainkan 2 Agustus 2027.

Baca Juga: 7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai unggahan yang menyebut akan terjadi Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus tahun ini tanpa mengecek sumber resmi terlebih dahulu.

Kapan Gerhana Matahari Total Berikutnya?

Menurut data resmi NASA, Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.

Fenomena tersebut akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara, yaitu:

  • Greenland.
  • Islandia.
  • Rusia bagian utara.
  • Samudra Atlantik.
  • Spanyol.
  • Sebagian kecil wilayah barat laut Portugal.

Di kawasan-kawasan tersebut, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga langit berubah gelap selama beberapa menit pada siang hari.

Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian

Load More