Tekno / Sains
Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:02 WIB
Fenomena gerhana matahari total di kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3).
Baca 10 detik
  • Kementerian Komdigi memastikan informasi tentang Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 adalah berita bohong.
  • NASA menyatakan Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Bumi utara.
  • Indonesia dipastikan tidak berada di jalur lintasan sehingga tidak dapat menyaksikan fenomena astronomi tersebut.

Meski tidak semua wilayah berada di jalur totalitas, jutaan orang tetap dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal yang sama.

Menurut NASA, fenomena tersebut dapat diamati dari:

  • Sebagian wilayah Amerika Serikat bagian utara, mulai Alaska hingga North Carolina.
  • Sebagian besar Kanada.
  • Sebagian besar Eropa.
  • Wilayah barat laut Afrika.

Di daerah tersebut, hanya sebagian permukaan Matahari yang akan tertutup oleh Bulan.

Apa Itu Sunset Eclipse?

NASA juga menjelaskan bahwa masyarakat di bagian barat jalur gerhana, terutama di sebagian wilayah Eropa dan Afrika, berpeluang menyaksikan fenomena sunset eclipse.

Fenomena ini terjadi ketika Matahari sedang terbenam tetapi masih berada dalam kondisi gerhana sebagian. Akibatnya, cakram Matahari tampak seperti "tergigit" saat menghilang di balik cakrawala, menciptakan pemandangan yang tergolong langka.

Apakah Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia?

Berdasarkan jalur gerhana yang dipublikasikan NASA, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.

Karena itu, masyarakat Indonesia tidak dapat mengamati fenomena tersebut secara langsung dari wilayah Tanah Air.

Baca Juga: 7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

Load More