Tekno / Tekno
Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB
Sharp meluncurkan Airest di Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • PT Sharp Electronics Indonesia memperkuat dominasi pasar di luar Pulau Jawa untuk menghadapi ekspansi merek asal China.
  • Sharp mengandalkan tingkat komponen dalam negeri sebesar 56 hingga 70 persen demi menjaga stabilitas pasokan produk.
  • Perusahaan merangkul para teknisi lapangan dan memperluas ekspansi ke segmen premium serta komersial secara agresif.

"Pabrik lokal kami sudah full capacity. Kami memproses semuanya sendiri, mulai dari injeksi kabinet hingga pembuatan evaporator. Ini membuat suplai kita jauh lebih stabil dibandingkan brand yang masih bergantung pada impor utuh (CBU)," tegas Andry.

Sharp meluncurkan Airest di Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dythia]

4. Evolusi dari "Piramida Bawah" ke Segmen Premium & B2B

Selama ini, Sharp dikenal sebagai penguasa segmen AC 1/2 PK yang mendominasi 70 persen penjualan mereka. Namun, untuk menjaga marjin dan gengsi brand, Sharp kini menyerang segmen menengah ke atas melalui lini Airest yang dibanderol di kisaran Rp12 juta hingga Rp15 juta.

Tak berhenti di pasar residensial, Sharp juga mengumumkan ekspansi besar-besaran ke sektor B2B (Business to Business).

"Ke depannya, Sharp akan bergerak kuat ke arah bisnis komersial," pungkasnya.

Langkah Sharp menunjukkan bahwa di industri home appliances, ketersediaan suku cadang dan kepercayaan teknisi adalah mata uang yang lebih berharga daripada sekadar harga murah.

Dengan mengombinasikan kemandirian manufaktur (TKDN tinggi) dan penguasaan jalur distribusi di luar Jawa, Sharp membangun "benteng" yang sulit ditembus oleh brand China yang mayoritas masih mengandalkan model bisnis impor.

Load More