-
Pengiriman ponsel global diprediksi anjlok 13,9 persen pada 2026 akibat krisis memori.
-
Lonjakan harga komponen memori AI membuat harga HP Android melonjak mahal.
-
Pasar smartphone Indonesia turun 9 persen pada Q1 2026 karena krisis pasokan.
Suara.com - Penggemar smartphone "tak senang" jika melihat harga ponsel yang beredar pada 2026.
Laporan terbaru dari firma riset IDC dan Counterpoint memproyeksikan pengiriman ponsel pintar di seluruh dunia akan anjlok sebesar 13,9 persen secara tahunan pada 2026.
Counterpoint memprediksi pengiriman ponsel sepanjang 2026 akan menjadi 1,08 miliar unit saja. Sementara IDC mengungkap angka sedikit lebih tinggi 1,09 miliar unit.
"Secara keseluruhan, Android diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 21 persen dari tahun ke tahun. Namun, Samsung diperkirakan meningkatkan pangsa pasar pada tahun ini, menentang penurunan Android secara umum dengan berekspansi di segmen premium dan merebut pangsa pasar kelas menengah," tulis IDC dikutip dari platform resmi firma riset.
Biang keladi dari lonjakan harga ini adalah krisis komponen memori (RAM dan NAND Flash) yang dipicu oleh ledakan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Raksasa teknologi global memborong chip memori berkapasitas besar untuk infrastruktur data center AI.
Hal ini memaksa pabrikan chip utama seperti Samsung dan SK Hynix mengalihkan kapasitas produksi mereka ke sana demi mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi.
Dampaknya, harga memori LPDDR4/5 untuk perangkat seluler diperkirakan meroket dua hingga tiga kali lipat pada pertengahan 2026.
"Krisis kekurangan memori yang semakin parah tetap menjadi kekuatan dominan di balik penurunan rekor 14 persen tahun ini, tetapi itu bukan lagi satu-satunya alasan. Perang AS-Iran telah menambah lapisan tekanan biaya baru bagi OEM smartphone, yang didorong oleh kenaikan harga minyak dan biaya transportasi. Gabungan tekanan ini memaksa vendor untuk mengurangi pengiriman, menaikkan harga, dan berkonsentrasi pada tingkatan harga yang lebih tinggi — menaikkan ASP smartphone ke rekor $550, naik $100 dari tahun lalu," kata Nabila Popal, Direktur Riset Senior di IDC's Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker.
Baca Juga: 10 HP Samsung RAM 8GB Terbaik, Mulai Serie A hingga Flagship Impian!
Dampak krisis ini sangat timpang. Segmen ponsel Android kelas bawah dengan harga di bawah 150 dolar AS diprediksi paling menderita hingga terancam lenyap dari pasar karena margin yang terlalu tipis.
Penurunan Penjualan Ponsel Juga Terjadi di Indonesia
Menurut data Counterpoint, pengiriman smartphone di Indonesia turun 9 persen YoY pada Q1 2026.
Lima merek terlaris di Tanah Air adalah Oppo (22 persen), Xiaomi (21 persen), Samsung (20 persen), Vivo (13 persen), dan Infinix (9 persen).
"Meskipun ekonomi Indonesia mencapai level tertinggi dalam 14 kuartal, didorong oleh pengeluaran pemerintah dan pergeseran musim liburan ke kuartal pertama yang meningkatkan konsumsi domestik, pasar smartphone mengalami penurunan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga yang berasal dari inflasi pasar memori," kata Analis Senior Shilpi Jain.
Pantauan Suara.com di pasar ponsel, beberapa penjual smartphone memang mengaku mengalami penurunan jumlah penjualan.
Membanjirnya ponsel RAM 4 GB di harga Rp2 jutaan membuat segmen entry-level tak terlalu menarik.
Adri, salah satu penjual ponsel di Jogjatronik mengeluhkan penjualan smartphone cukup signifikan.
"Kalau HP baru, kita mengalami penurunan kisaran 20-30 persen. HP bekas sekarang justru banyak dicari," kata Adri kepada Suara.com.
Dengan spek hampir mirip, ponsel yang tahun lalu hanya Rp1 jutaan bisa merangkak naik ke Rp2-3 jutaan.
Segmen midrange premium yang biasanya hanya Rp6,5 juta, sekarang dapat tembus Rp8-9 jutaan ke atas.
Berita Terkait
-
10 HP Samsung RAM 8GB Terbaik, Mulai Serie A hingga Flagship Impian!
-
Resmi! Pemerintah Minta Bos Kurangi Jam Lembur Karyawan, Berlaku Mulai 1 September di Jepang
-
4 Pilihan HP Oppo RAM 16 GB Termurah dengan Performa Ngebut
-
9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
-
Vivo X500 Series Resmi Meluncur September 2026, Usung Kamera 200 MP dan Video Sinematik
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21