- Grab Indonesia mengumumkan lima startup terpilih dalam program akselerator Grab Ventures Velocity Batch 9 pada 9 September 2026.
- Kelima startup tersebut mengembangkan solusi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan berbagai masalah nyata di berbagai sektor bisnis.
- Para peserta mendapatkan kesempatan menjalankan proyek uji coba serta akses ekosistem untuk menyempurnakan solusi teknologi mereka.
Artinya, AI tidak hanya digunakan untuk membaca data, tetapi juga ditempatkan dalam proses operasional yang berlangsung setiap hari.
3. Fineksi, menggunakan AI untuk keputusan kredit
Di sektor keuangan, Fineksi membawa AI ke proses yang membutuhkan pengolahan informasi dalam jumlah besar.
Startup ini memanfaatkan AI untuk membantu institusi keuangan melakukan penilaian risiko dan pengambilan keputusan kredit. Solusinya mencakup pengolahan dokumen, analisis laporan keuangan, hingga credit underwriting.
Penggunaan AI di sini diarahkan untuk membantu proses yang membutuhkan analisis sebelum keputusan finansial dibuat.
4. Grivy, menghubungkan pelanggan online dan penjualan offline
Perilaku konsumen kini tersebar di berbagai kanal. Seseorang bisa mencari informasi secara online, tetapi melakukan pembelian secara offline.
Grivy mengembangkan teknologi commerce intelligence untuk menghubungkan interaksi pelanggan secara online dengan penjualan offline. Solusinya mencakup atribusi online-to-offline (O2O), AI commerce agents, dan promosi digital.
Dengan pendekatan ini, bisnis dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai hubungan antara aktivitas digital konsumen dan transaksi di lapangan.
5. Sekilo, membawa AI ke rantai pasok protein halal
Sektor yang digarap Sekilo bahkan lebih spesifik. Startup ini membangun sistem operasi berbasis AI untuk rantai pasok protein halal di Indonesia.
Solusinya mengintegrasikan sejumlah proses, mulai dari pencocokan pasokan dan permintaan, pemrosesan, cold storage, logistik, hingga pembiayaan.
Pemanfaatan AI pun ditempatkan pada rantai pasok yang melibatkan banyak proses sekaligus, bukan hanya pada satu titik operasional.
AI Harus Diuji, Bukan Sekadar Dibuat
Lima contoh tersebut memperlihatkan satu hal: nilai AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh masalah yang mampu diselesaikannya.
Karena itu, GVV Batch 9 tidak hanya memberikan pendampingan dan pembelajaran kepemimpinan. Para peserta juga mendapat kesempatan menjalankan pilot project bersama Grab.
Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Superbank, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Sweef Institute. Para startup juga mendapatkan akses terhadap jaringan, keahlian, ekosistem perbankan digital, hingga peluang pendanaan.
President Director Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun bisnis dan inovasi baru.
“Empat tahun lalu, Superbank juga memulai perjalanan dengan semangat yang tidak jauh berbeda dengan para startup hari ini, yakni membangun sesuatu yang baru dengan purpose yang kuat, yaitu membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat underbanked," ungkapnya.
Dia menambahkan, perjalanan Superbank hingga hari ini juga tidak lepas dari dukungan kuat ekosistem Grab dan OVO, yang menunjukkan besarnya peran kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan.
"Semangat inilah yang membawa kami mendukung GVV sejak Batch 8, dan tahun ini melangkah lebih jauh melalui pilot pertama Superbank bersama salah satu startup terpilih. Selamat datang kepada seluruh finalis GVV Batch 9, semoga program ini dapat melahirkan lebih banyak inovasi dengan dampak nyata,” kata Tigor.
Lebih dari 800 Startup Pernah Mendaftar
GVV sendiri bukan program baru. Sejak pertama kali digelar pada 2018, lebih dari 800 startup telah mendaftar dan 40 startup telah menjadi alumni.
Menurut keterangan GVV, lebih dari 85 persen alumni tersebut masih beroperasi hingga saat ini.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perjalanan startup tidak berhenti pada tahap menemukan teknologi. Kemampuan mengembangkan bisnis, mendapatkan pendanaan, melakukan pivot, dan memperluas skala menjadi bagian penting agar inovasi dapat bertahan.