- Simetri lipat adalah kemampuan bangun datar dilipat pada sumbu tertentu hingga bagiannya saling menutupi dengan tepat.
- Simetri putar adalah kemampuan bangun datar diputar pada titik pusat hingga posisinya sama seperti semula.
- Persegi, persegi panjang, segitiga sama sisi, dan lingkaran memiliki jumlah simetri lipat serta simetri putar masing-masing.
Contoh Simetri Putar
Berikut beberapa contoh bangun datar yang memiliki simetri putar:
- Persegi: memiliki 4 simetri putar.
- Persegi panjang: memiliki 2 simetri putar, yaitu pada putaran 180 dan 360 derajat.
- Segitiga sama sisi: memiliki 3 simetri putar.
- Lingkaran: memiliki simetri putar tak terhingga karena dapat diputar pada berbagai sudut dan tetap terlihat sama.
Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Ini Contohnya
Meski sama-sama berkaitan dengan kesamaan bentuk, simetri lipat dan simetri putar memiliki cara menentukan yang berbeda.
Simetri lipat ditentukan dengan melihat apakah bangun dapat dilipat hingga kedua bagiannya berimpit, sedangkan simetri putar ditentukan dengan melihat berapa kali bangun dapat menempati posisi yang sama ketika diputar.
Merangkum laman Sekolapedia, daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id, berikut beberapa perbedaan simetri lipat dan simetri putar yang perlu dipahami:
- Cara menentukan: Simetri lipat dapat diketahui dengan melipat bangun pada garis tertentu hingga kedua bagiannya saling menutupi dengan tepat. Sementara itu, simetri putar ditentukan dengan memutar bangun pada titik pusatnya dan melihat apakah bentuknya kembali sama seperti posisi awal.
- Hal yang diperhatikan: Pada simetri lipat, yang diperhatikan adalah sumbu atau garis simetri. Sedangkan pada simetri putar, yang diperhatikan adalah titik pusat dan posisi bangun setelah diputar.
- Bentuk kesamaan: Pada simetri lipat, dua bagian bangun harus dapat saling berimpit setelah dilipat. Pada simetri putar, bangun harus dapat kembali terlihat sama ketika diputar pada sudut tertentu dalam satu putaran penuh 360 derajat.
- Jumlah simetri: Jumlah simetri lipat menunjukkan berapa banyak garis yang dapat digunakan untuk melipat bangun hingga kedua bagiannya berimpit. Sementara itu, jumlah simetri putar menunjukkan berapa kali bangun dapat menempati posisi yang sama selama satu putaran penuh.
Contoh pada Persegi
Persegi memiliki 4 simetri lipat karena dapat dilipat melalui dua garis yang melewati titik tengah sisi-sisi yang berhadapan dan dua garis diagonal. Keempat cara tersebut membuat bagian-bagian persegi saling berimpit dengan tepat.
Persegi juga memiliki 4 simetri putar. Jika diputar sebesar 90, 180, 270, dan 360 derajat, persegi kembali menempati posisi yang sama seperti bentuk awal.
Contoh pada Persegi Panjang
Persegi panjang memiliki 2 simetri lipat, yaitu garis vertikal dan horizontal yang melewati bagian tengah bangun. Jika dilipat mengikuti salah satu garis tersebut, kedua bagian persegi panjang akan saling menutupi dengan tepat.
Bangun ini juga memiliki 2 simetri putar. Persegi panjang dapat kembali terlihat sama setelah diputar 180 derajat dan ketika menyelesaikan satu putaran penuh 360 derajat.
Contoh pada Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi mempunyai 3 simetri lipat karena setiap garis yang ditarik dari salah satu sudut menuju titik tengah sisi di depannya dapat menjadi sumbu simetri. Ketiga garis tersebut membagi segitiga menjadi dua bagian yang sama dan saling berimpit ketika dilipat.
Segitiga sama sisi juga memiliki 3 simetri putar. Bangun ini akan kembali terlihat sama ketika diputar sebesar 120, 240, dan 360 derajat.
Contoh pada Lingkaran
Lingkaran memiliki simetri lipat tak terhingga karena garis lipatan dapat dibuat melalui berbagai arah selama melewati titik pusat lingkaran. Setiap garis yang melewati pusat dapat membagi lingkaran menjadi dua bagian yang sama besar.
Lingkaran juga memiliki simetri putar tak terhingga. Berapa pun sudut putar yang digunakan, bentuk lingkaran akan tetap terlihat sama karena seluruh bagian lingkaran memiliki jarak yang sama dari titik pusat.
Dari contoh-contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa simetri lipat berhubungan dengan kemampuan bangun untuk dilipat, sedangkan simetri putar berhubungan dengan kemampuan bangun untuk diputar.
Jadi, meskipun sebuah bangun dapat memiliki kedua jenis simetri tersebut, cara menentukan dan melihat kesamaannya tetap berbeda.