News / Nasional
Rabu, 09 September 2026 | 10:59 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Suara.com/Bagasakara)
Baca 10 detik
  • Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menanggapi pernyataan politik Ketua Umum Partai Demokrat AHY pada Rabu, 9 September 2026.
  • Deddy menilai pernyataan batas waktu kekuasaan merupakan sinyal bagi koalisi dan Presiden Prabowo Subianto menghadapi Pemilu 2029.
  • Survei yang belum kuat membuat AHY harus bekerja keras mengejar ketertinggalan dari tokoh lain menuju Pemilu 2029.

Suara.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak selamanya dan memiliki batas waktu dinilai bisa memiliki makna politik menuju Pemilu 2029.

Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menilai pernyataan tersebut tidak hanya dapat dibaca sebagai pesan normatif mengenai demokrasi dan kekuasaan.

Menurut Deddy, karena disampaikan dalam pidato politik, pernyataan AHY sangat mungkin memiliki konteks dan tujuan politik tertentu.

"Dari sudut pandang kontestasi politik, bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029," kata Deddy dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Tak hanya itu, Deddy menilai pernyataan AHY juga bisa dimaknai sebagai pesan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan khusus kepada Presiden agar menghitung AHY/Demokrat dalam kontestasi pemilu yang akan datang.

Deddy kemudian mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi politik saat ini.

Ia menilai tren kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden yang disebutnya menurun dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi AHY maupun Demokrat untuk mulai mengambil posisi menuju kontestasi politik berikutnya.

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat menemui Prabowo Subianto. [IG @agusyudhoyono]

"Saat ini kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden mengalami tren yang menurun. Sangat bisa dipahami jika kemudian AHY/Demokrat menyimpulkan sekarang ini sebagai momentum yang tepat untuk masuk dalam kancah pertarungan politik menuju 2029," kata Deddy.

Baca Juga: Dede Yusuf Bantah Pidato AHY Sinyal Pilpres 2029: Jangan Ditafsirkan Terlalu Jauh

Namun, Deddy menilai AHY masih memiliki pekerjaan rumah jika ingin berbicara lebih jauh mengenai peluang politik pada 2029.

Ia menyoroti hasil survei yang menurutnya belum menunjukkan dukungan kuat terhadap AHY maupun Demokrat.

"Terlebih melihat rilis hasil survei berbagai lembaga yang belum menunjukkan dukungan yang kuat kepada AHY dan Demokrat," ujarnya.

Deddy pun menilai AHY harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari sejumlah tokoh yang telah muncul dalam radar survei.

"Bagaimana peluang AHY saya kurang tahu tetapi kalau melihat survei, beliau perlu kerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan. Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei seperti KDM dan Prabowo sendiri," ujarnya.

Load More