Kupas Tuntas Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen Beserta Contohnya

Rabu, 09 September 2026 | 15:13 WIB
perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen (magnific)
  • Ikatan ion terbentuk melalui perpindahan elektron antara unsur logam dan nonlogam yang menghasilkan senyawa stabil seperti NaCl.
  • Ikatan kovalen terbentuk melalui penggunaan bersama pasangan elektron di antara atom-atom nonlogam untuk membentuk senyawa seperti air.
  • Perbedaan utama kedua ikatan terletak pada mekanisme penggunaan elektron yang menghasilkan karakteristik fisik senyawa berbeda.

Ikatan kovalen dapat menghasilkan molekul dengan karakteristik yang beragam. Berdasarkan pembagian elektronnya, ikatan kovalen dapat bersifat polar ketika elektron dibagi secara tidak merata atau nonpolar ketika elektron dibagi relatif merata.

Secara umum, senyawa kovalen memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih rendah dibandingkan banyak senyawa ion. Senyawa kovalen juga dapat ditemukan dalam berbagai wujud, seperti padat, cair, maupun gas pada suhu ruang.

Contoh Ikatan Kovalen

Air atau H2O merupakan salah satu contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen. Molekul tersebut terbentuk dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen yang saling berbagi elektron.

Contoh lainnya adalah karbon dioksida (CO2). Dalam senyawa ini, atom karbon berikatan dengan dua atom oksigen melalui penggunaan bersama pasangan elektron.

Selain H2O dan CO2, metana (CH4), etana (C2H6), serta etanol (C2H5OH) juga termasuk contoh senyawa kovalen.

Dengan demikian, cara sederhana membedakannya adalah melihat bagaimana elektron digunakan. Ikatan ion terbentuk melalui perpindahan elektron yang menghasilkan kation dan anion, sedangkan ikatan kovalen terbentuk melalui penggunaan pasangan elektron secara bersama oleh atom-atom yang berikatan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com