- Pengguna dapat melaporkan nomor penipu online melalui portal resmi AduanNomor.id dengan mengisi data pelapor dan kronologi kejadian.
- Masyarakat juga bisa langsung memanfaatkan fitur lapor dan blokir yang tersedia di dalam aplikasi WhatsApp untuk mengatasi pesan mencurigakan.
- Ciri penipuan via WhatsApp meliputi pengiriman tautan atau file asing, permintaan data pribadi, serta pesan mendesak yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Tentukan kategori kejahatan sesuai dengan kejadian yang dialami, misalnya pemerasan, investasi online fiktif, hingga judi online.
Setelah itu, pilih kategori pemblokiran yang tersedia, yaitu "Blokir nomor". Kemudian pilih "Sumber/Media Transaksi", di sana ada pilihan WhatsApp.
4. Lengkapi data pelapor dan kronologi kejadian
Isi data diri yang diminta, termasuk identitas dan informasi kontak pelapor. Isi juga bagian kronologi kejadian sesuai yang dialami. Pastikan informasi yang diberikan sesuai agar laporan dapat diproses sesuai ketentuan layanan.
5. Simpan bukti penipuan
Sebelum menghapus chat, simpan bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan, seperti tangkapan layar percakapan, nomor telepon, tautan, bukti transfer, atau informasi lain yang relevan.
Bukti tersebut dapat membantu ketika pengguna membutuhkan laporan atau penanganan lebih lanjut.
Lapor Melalui WhatsApp Langsung
Selain via website pemerintah, pelaporan nomor yang dicurigai sebagai pelaku penipuan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp langsung. Berikut caranya:
1. Laporkan nomor melalui WhatsApp
Buka chat dengan nomor yang diduga melakukan penipuan, kemudian gunakan fitur Report/Laporkan yang tersedia pada WhatsApp.
WhatsApp menyebut laporan tersebut dapat mencakup hingga lima pesan terakhir yang dikirim oleh pengguna yang dilaporkan, sedangkan pihak yang dilaporkan tidak akan diberi tahu mengenai laporan tersebut.
2. Blokir nomor yang mencurigakan
Setelah melakukan pelaporan, pengguna juga dapat memilih opsi untuk memblokir nomor tersebut. Pemblokiran membuat pengguna tidak lagi menerima pesan, panggilan, atau pembaruan status dari nomor yang diblokir.
Ciri-Ciri Penipuan Online Via WhatsApp
Beberapa ciri berikut dapat menjadi tanda peringatan ketika menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal atau pihak yang mengaku sebagai lembaga tertentu.
1. Mengirim tautan mencurigakan
Pesan penipuan sering menyertakan tautan yang meminta penerima mengeklik halaman tertentu. Waspadai alamat situs yang terlihat tidak sesuai dengan situs resmi atau menggunakan nama domain yang menyerupai layanan resmi.
2. Mengirim file yang tidak dikenal
Pengguna perlu berhati-hati ketika menerima file dari nomor tidak dikenal, terutama file dengan format seperti APK, EXE, atau SCR. Jangan membuka atau memasang file tersebut jika sumbernya tidak dapat diverifikasi.
3. Mengatasnamakan bank atau lembaga resmi
Penipu dapat berpura-pura menjadi bank, perusahaan, e-commerce, atau instansi tertentu. Pesan biasanya dibuat seolah-olah ada masalah dengan akun atau transaksi agar penerima panik dan mengikuti instruksi yang diberikan.
4. Meminta data pribadi atau kode OTP
Permintaan NIK, nomor kartu, PIN, CVV, kata sandi, atau kode OTP melalui chat patut dicurigai. WhatsApp sendiri mengingatkan pengguna untuk waspada terhadap pesan yang berusaha memperoleh informasi pribadi atau keuangan.
5. Mendesak korban untuk segera mengirim uang
Penipu dapat menggunakan berbagai alasan agar korban segera mentransfer uang, misalnya mengaku sebagai kerabat yang sedang membutuhkan bantuan atau menjanjikan hadiah dengan syarat membayar biaya tertentu. Permintaan uang yang mendesak sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi.
6. Menggunakan identitas yang menyerupai pihak resmi
Penipu dapat menggunakan nama dan foto profil yang dibuat menyerupai seseorang, perusahaan, atau lembaga tertentu.
Jangan hanya mengandalkan nama dan foto profil, tetapi lakukan verifikasi melalui kanal resmi pihak yang bersangkutan.
7. Menggunakan bahasa yang membuat panik
Pesan seperti peringatan akun akan diblokir atau adanya transaksi mencurigakan dapat digunakan untuk membuat penerima panik.
WhatsApp juga menyarankan pengguna memperhatikan petunjuk seperti kesalahan ketik atau tata bahasa yang tidak biasa ketika menilai apakah suatu pesan mencurigakan.