RI Masuk 5 Besar Pertumbuhan Global, Platform Edukasi Digital Bidik Ekspansi

Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB
Co-Founder & CEO Duolingo, Luis von Ahn.
BACA 10 DETIK
  • Duolingo mengumumkan Indonesia sebagai salah satu dari lima pasar dengan pertumbuhan pengguna aktif harian tercepat di dunia.
  • CEO Duolingo Luis von Ahn menyatakan tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia menjadi pendorong utama pertumbuhan platform tersebut pada 30 September 2026.
  • Bahasa Inggris mendominasi pembelajaran di Indonesia, diikuti oleh peningkatan signifikan pada minat mempelajari bahasa Mandarin dan Jepang.

Suara.com - Platform pembelajaran bahasa berbasis teknologi global, Duolingo, mengumumkan Indonesia sebagai salah satu dari lima pasar dengan pertumbuhan Daily Active Users (DAU) tercepat di dunia secara year-on-year (YoY). 

Capaian ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar strategis bagi strategi pertumbuhan global Duolingo di Asia Tenggara.

Co-Founder & CEO Duolingo, Luis von Ahn, menyoroti besarnya potensi pasar dan penetrasi layanan pendidikan berbasis digital di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekonomi dan pasar yang sangat besar di Indonesia," katanya, Rabu (30/9/2026). 

Ia menilai, tingginya kebutuhan masyarakat untuk menguasai bahasa internasional seperti Inggris, Mandarin, Jepang, dan Korea menjadi pendorong utama penetrasi platform mereka di RI.

Data pembelajar Duolingo menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas secara global dalam proporsi pembelajar yang menyebut “mendukung pendidikan saya” sebagai salah satu motivasi mereka belajar. 

Jika dibandingkan rata-rata global, pembelajar di Indonesia 37 persen lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dan 41 persen lebih mungkin belajar untuk mengisi waktu secara produktif. 

Motivasi ini menunjukkan bahwa bagi masyarakat Indonesia, belajar bahasa dipandang sebagai bagian penting dari pengembangan diri dan investasi untuk masa depan.

Bahasa Inggris masih menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari di Duolingo oleh pengguna di Indonesia, disusul bahasa Jepang dan Mandarin yang juga masuk dalam tiga besar. 

Minat terhadap bahasa Mandarin juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sejak 2023, proporsi pengguna aktif harian di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin hampir tiga kali lipat.

Para pembelajar di Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari lebih dari satu bahasa. Pengguna Duolingo di Indonesia 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan. 

Kombinasi bahasa Jepang dan Mandarin, serta bahasa Inggris dan Jepang, juga cukup menonjol, masing-masing 3,3 kali dan 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. 

Secara keseluruhan, pola ini menunjukkan semakin luasnya minat pembelajar di Indonesia terhadap bahasa-bahasa Asia Timur, sembari tetap mempertahankan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa utama yang dipelajari.

Bagi von Ahn, menjangkau pembelajar di pasar seperti Indonesia memiliki kaitan erat dengan alasan ia mendirikan Duolingo. Ia melihat bagaimana kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dapat dipengaruhi oleh kondisi finansial sebuah keluarga. 

Pengalaman tersebut kemudian membentuk ambisinya untuk membuat akses belajar tersedia bagi semua orang.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar von Ahn.

Ia menegaskan bahwa misi Duolingo adalah menghadirkan pendidikan terbaik di dunia dan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja. 

Menurutnya, keterbatasan finansial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar, sehingga mereka yang tidak mampu membayar tetap dapat belajar melalui platform Duolingo.

Seiring semakin banyak pembelajar di Indonesia mempelajari bahasa untuk mendukung pendidikan, karier, dan peluang internasional, Duolingo terus mengembangkan kurikulumnya untuk membantu pengguna menguasai kemampuan bahasa yang lebih lanjut dan praktis. Saat ini, sembilan kursus bahasa paling populer di Duolingo telah tersedia hingga tingkat B2.

Bagi pembelajar di Indonesia yang memiliki motivasi kuat untuk mendukung pendidikan mereka, pengembangan ini memberikan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa, tidak hanya pada tingkat dasar. 

Von Ahn juga menjelaskan bagaimana latihan percakapan berbasis AI dapat membantu pembelajar berlatih berbicara tanpa rasa takut akan dinilai oleh orang lain. Dengan begitu, mereka dapat lebih leluasa berlatih menggunakan bahasa yang masih belum mereka kuasai dengan percaya diri.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajar di Indonesia untuk terus mengembangkan diri, sekaligus membantu mereka menerapkan pengetahuan bahasa yang telah dipelajari ke dalam praktik berbicara untuk kebutuhan sekolah, pekerjaan, maupun percakapan sehari-hari.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com