AI Tak Cukup Cuma Dipasang, Perusahaan Harus Bisa Hubungkan Data dan Operasional

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Ilustrasi Artificial Intelligence (Pexels/Tara Winstead)
BACA 10 DETIK
  • IT Group Indonesia menggelar acara ITG Tech Day 2026 di Jakarta untuk membahas integrasi kecerdasan artifisial perusahaan.
  • Perusahaan memperkenalkan platform AutoHX guna mengintegrasikan infrastruktur, aplikasi, serta keamanan dalam operasional teknologi informasi terpusat.
  • Pendekatan orkestrasi enterprise bertujuan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan hasil investasi kecerdasan artifisial.

Suara.com - Mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) kini bukan lagi sekadar soal memasang teknologi atau menjalankan proyek percontohan. 

Tantangan yang lebih besar justru muncul ketika perusahaan harus menghubungkan AI dengan data, aplikasi, sistem keamanan, dan proses bisnis yang sudah berjalan.

Tanpa integrasi tersebut, potensi AI berisiko berhenti pada penggunaan yang terbatas, alih-alih memberikan dampak nyata terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Persoalan ini menjadi salah satu sorotan dalam ITG Tech Day 2026 yang digelar di Jakarta belum lama ini.

Mengusung tema AI & Enterprise Orchestration Day 2026: Connecting AI, Data & Business Operations at Scale, acara ini membahas cara mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem teknologi dan operasional perusahaan.

Managing Director IT Group Indonesia (ITG), Anthon Danuprasetiyo, mengatakan AI mulai bergeser dari teknologi eksperimental menjadi bagian dari strategi bisnis. 

Perkembangan berikutnya mengarah pada penggunaan AI agents yang dapat berkolaborasi dan bekerja lintas aplikasi.

“AI telah berkembang dari sekadar teknologi eksperimental menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan,” ujar Anthon dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Dia menjelaskan, pihaknya mulai melihat AI semakin terintegrasi ke dalam aplikasi enterprise untuk menjalankan tugas-tugas yang lebih spesifik, dan ke depan berbagai AI agents akan semakin mampu berkolaborasi hingga membentuk ekosistem yang bekerja lintas aplikasi.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat orchestration atau orkestrasi menjadi semakin penting agar AI, data, aplikasi, dan proses operasional dapat bekerja secara terintegrasi.

Tantangan AI Bukan Lagi Sekadar Teknologi

Di lingkungan perusahaan, sistem teknologi biasanya terdiri dari berbagai aplikasi dan infrastruktur yang menjalankan fungsi berbeda.

Ketika AI diterapkan tanpa integrasi yang memadai, perusahaan masih harus menghadapi hambatan dalam pertukaran data dan koordinasi antarsistem.

Karena itu, orkestrasi enterprise menjadi pendekatan untuk menghubungkan berbagai komponen tersebut, termasuk infrastruktur, aplikasi, keamanan, dan pemantauan operasional.

Tujuannya bukan sekadar membuat AI tersedia di lebih banyak bagian perusahaan, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat bekerja bersama sistem yang sudah digunakan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com